Berita Semarang
Ini Besaran Anggaran Insentif Nakes yang Digelontorkan Pemkot Semarang Pada 2021
Pemerintah Kota Semarang menggelontorkan anggaran untuk insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pandemi Covid-19.
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang menggelontorkan anggaran untuk insentif tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pandemi Covid-19.
Insentif ini sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada para nakes yang telah menjadi garda terdepan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, anggaran insentif nakes bersumber dari APBD Kota Semarang.
Insentif ini pun sudah dicairkan oleh Dinas Kesehatan hingga periode Juni.
Disebutkan, rata-rata anggaran insentif nakes sebesar Rp 8 miliar per bulan pada periode Januari hingga Maret.
Baca juga: Pedagang Pantai Alam Indah Tegal Kecewa, Wisata Batal Buka, Mereka Terlanjur Utang buat Modal Warung
Baca juga: Keempat Kalinya, Jawa Tengah Jadi Provinsi Terbaik TLHP Kemendagri
Baca juga: 3 Aplikasi Penghasil Uang Tanpa Undang Teman 2021 di Google Play Store, Dengar Radio Dapat Dolar
Kemudian, anggaran insentif pada April sebesar Rp 9 miliar.
Sedangkan, anggaran insentif nakes periode Mei - Juli lebih besar mengingat kasus Covid-19 saat itu mengalami peningkatan.
"Mei, Juni, Juli lebih (dari Rp 8 miliar) karena kasus meningkat. Kira-kira Rp 12 - 14 miliar," bebernya, Rabu (1/9/2021).
Seiring menurunnya kasus Covid-19 di Kota Semarang, diprediksi anggaran insentif nakes pada bulan selanjutnya akan mengalami penurunan.
Hakam menyebutkan, temuan kasus baru di Semarang saat ini tdak banyak. Justru, kasus yang dirawat di rumah sakit saat ini terus menurun.
"Sehari di bawah 10 temuan baru. Kemudian, di rumdin kadang-kadang tidak ada," sebutnya. (8)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/puskesmas-gunungpati-kota-semarang-1.jpg)