Breaking News:

Berita Kabupaten Tegal

Tega, Ayah di Tegal Cabuli Anak Tirinya yang Masih di Bawah Umur dan Keterbelakangan Mental

Seorang bapak mencabuli anak tirinya yang masih berusia 11 tahun dan mengalami keterbelakangan mental.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bejat dan tega, merupakan dua kata yang tepat untuk menggambarkan sosok pelaku bernama Asari.

Ia mencabuli anak tirinya yang masih berusia 11 tahun dan mengalami keterbelakangan mental.

Dalam rilis kasus yang berlangsung di halaman Polres Tegal Kamis (2/9/2021), terungkap bahwa pelaku melancarkan aksinya pada Senin (14/6/2021) lalu saat kondisi rumah sepi.

Saat itu, sang isteri sedang pergi membeli sarapan dan ia hanya berdua dengan korban (anak tiri).

Karena kondisinya, maka korban tidak langsung melaporkan atau memberitahukan apa yang ia alami kepada sang ibu.

Menurut Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa'at, kecurigaan sang ibu mulai muncul saat sedang memandikan anaknya, ia mendapati sesuatu di celana dalam. Ia mencurigai itu sperma, kemudian ia melihat ke bagian intim korban dan mendapati hal yang sama.

Baca juga: Kejar Herd Immunity di Lingkup Sekolah, Pemkab Jepara Siapkan 10.000 Dosis Vaksin untuk Siswa

Baca juga: Sinopsis Drakor Zombie Detective Drama Choi Jin Hyuk Tayang di NET Mulai Besok Jumat 3 September

Baca juga: Gara-gara Jose Mourinho, 3 Pemain AS Roma Jadi Bocah Nakal Tak Mau Turuti Keinginan Klub

"Karena sang anak mengalami keterbelakangan mental dan sulit saat ditanyai, maka sang ibu beinisiatif dengan menunjukkan foto pelaku kepada korban. Tiba-tiba korban memberi isyarat dengan menyilangkan jari di dahinya (isyarat orang gila), dan menunjuk ke arah organ intimnya, kemudian korban seperti merasa jijik. Merasa curiga akhirnya memutuskan melapor ke kami guna proses hukum lebih lanjut," papar Kapolres Tegal AKBP Arie, pada Tribunjateng.com. 

Setelah hasil penyelidikan dan cukup bukti, Satreskrim Polres Tegal langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka pada Kamis (5/8/2021) lalu di sekitar Slawi. 

Adapun barang bukti yang turut diamankan yaitu satu celana dalam, satu celana panjang warna kuning motif loreng hitam, satu kaos lengan pendek warna hijau, dan satu lembar surat pernyataan yang dibuat oleh pelaku dan ditandatangani di atas materai Rp 10.000 pada 5 Agustus 2021 lalu.

"Pelaku kami jerat dengan pasal 81 ayat 2 Jo pasal 76 atau pasal 82 ayat 1 Jo pasal 76e UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar," jelasnya.

Pelaku pencabulan anak tiri, Asari (AS) saat ditanya oleh Kapolres Tegal telah melakukan aksi bejat nya berapa kali, ia mengaku hanya sekali. 

Pelaku bercerita, pada saat kejadian korban sedang dalam kondisi tidur dan di rumah hanya ada mereka berdua.

Baca juga: Rekap Transfer Musim Panas Liga Inggris, Arsenal Paling Boros, Liverpool Cuma Beli Satu Pemain

Baca juga: PSIS Semarang Tanpa Brian Ferreira Hadapi Persela Lamongan, Ini Daftar Pemain yang Disiapkan

Ditanya apakah meraba-raba bagian tubuh korban, pelaku menuturkan tidak meraba melainkan langsung mengarah ke bagian intim korban (pencabulan).

"Saya baru melakukan sekali, karena saat itu isteri saya sedang keluar membeli sarapan dan di rumah hanya berdua saja. Saya tidak meraba-raba, langsung saja," tandas pelaku. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved