Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Perundingan Gagal, Taliban Serang Kelompok Perlawanan Afghanistan di Lembah Panjshir

Kamis (2/9/2021), pasukan Taliban dan pejuang perlawanan yang setia kepada pemimpin lokal Ahmad Massoud bertempur di Lembah Panjshir, Afghanistan.

Tayang:
Tribunnews.com/AFP
Gerakan perlawanan Afghanistan dan pasukan anti-Taliban berpatroli di puncak bukit di daerah Darband di distrik Anaba, Provinsi Panjshir, Rabu (1/9/2021). Panjshir terkenal dengan pertahanan alaminya yang tidak pernah ditembus oleh pasukan Soviet atau Taliban. 

TRIBUNJATENG.COM – Kamis (2/9/2021), pasukan Taliban dan pejuang perlawanan yang setia kepada pemimpin lokal Ahmad Massoud bertempur di Lembah Panjshir, Afghanistan.

Kontak senjata ini terjadi dua minggu setelah Taliban menguasai Kabul dan wilayah lainnya dan selesainya penarikan pasukan AS dan asing pada Senin (30/8/2021) lalu.

Seperti diketahui, Panjshir merupakan provinsi terakhir yang menentang kekuasaan Taliban, yang merebut kembali kendali Afghanistan ketika pasukan AS dan asing menarik diri setelah 20 tahun konflik setelah serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.

Baca juga: Gulafroz, Petinggi Polisi Wanita Afghanistan yang Diburu Taliban, Ditolak AS dan Rusia untuk Keluar

Masing-masing pihak mengatakan telah menimbulkan banyak korban.

"Kami memulai operasi setelah negosiasi dengan kelompok bersenjata lokal gagal," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid.

Ia mengatakan, pasukan Taliban memasuki Panjshir dan menguasai beberapa wilayah. "Mereka (musuh) menderita kerugian besar,” katanya.

Seorang juru bicara kelompok Front Perlawanan Nasional Afghanistan (NRFA) di Panjshir mengatakan mereka memiliki kendali penuh atas semua jalan masuk dan pintu masuk dan meningkatkan upaya merebut Distrik Shotul.

"Musuh melakukan beberapa upaya untuk memasuki Shotul dari Jabul-Saraj, dan gagal setiap kali," katanya, mengacu pada sebuah kota di provinsi tetangga Parwan.

Sejak Taliban menyerbu Kabul pada 15 Agustus, beberapa ribu pejuang dari milisi lokal dan sisa-sisa angkatan bersenjata pemerintah Afghanistan berkumpul di Panjshir di bawah kepemimpinan Massoud, putra seorang mantan komandan Mujahidin.

Mereka telah bertahan di lembah curam di mana serangan dari luar sulit dilakukan.

Upaya untuk merundingkan penyelesaian tampaknya telah gagal, dengan masing-masing pihak menyalahkan pihak lain atas kegagalan tersebut.

Mujahid mengatakan pengumuman pemerintahan baru tinggal beberapa hari lagi, sementara pejabat Taliban Ahmadullah Muttaqi mengatakan sebuah upacara sedang diselenggarakan di istana presiden.

Sebuah media lokal Tolo News melaporkan bahwa pemimpin Taliban, Hibatullah Akhundzada, akan memimpin pemerintahan baru.

Pernyataan tentang pemerintahan baru dikeluarkan setelah pasukan perlawanan  anti-Taliban di Provinsi Panjshir, timur laut Afghanistan, mengumumkan bahwa mereka menolak bergabung dan akan terus memerangi Taliban.

"Setelah negosiasi gagal dan serangan Taliban terakhir, diputuskan bahwa negosiasi selesai dan pertempuran melawan Taliban akan berlangsung di Panjshir dan wilayah lain di Afghanistan," kata Front Perlawanan Nasional dalam sebuah pernyataan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved