Breaking News:

Berita Karanganyar

Besok, Digelar Simulasi Pembukaan Wisata Grojogan Sewu Tawangmangu Karanganyar

Pengelola Grojogan Sewu Tawangmangu Kabupaten Karanganyar akan menggelar simulasi pembukaan objek wisata. Simulasi yang menghadirkan Satgas Covid-19 K

Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Wisatawan berada di sekitar pintu masuk Grojogan Sewu Tawangmangu Kabupaten Karanganyar meski objek wisata belum dibuka kembali, Sabtu (4/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pengelola Grojogan Sewu Tawangmangu Kabupaten Karanganyar akan menggelar simulasi pembukaan objek wisata.

Simulasi yang menghadirkan Satgas Covid-19 Kecamatan Tawangmangu, dan PHRI itu hanya digelar satu hari saja pada, Minggu (5/9/2021). Dalam kesempatan itu pengelola belum menerima kunjungan wisatawan.

Pengelola Grojogan Sewu Tawangmangu, Sukirdi menyampaikan, memang sudah banyak tamu yang menanyakan terkait pembukaan objek.

Akan tetapi lantaran masih menunggu rekomendasi dari BKSDA Jateng, pengelola belum menerima kunjungan wisatawan hingga hari ini.

"Hari ini masih tutup. Rencana besok akan simulasi dulu. Menghadirkan Satgas Covid-19 Kecamatan, petugas puskesmas, PHRI dan lainnya. Hasil simulasi akan diajukan ke BKSDA Jateng, nanti menunggu rekomendasi dari kepala balai," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (4/9/2021).

Dia menuturkan, dalam simulasi itu pengelola belum menerima kunjungan wisatawan.

Adapun, dalam kegiatan tersebut pengelola akan mensimulasikan penerapan protokol kesehatan saat menerima kunjungan wisatawan di tengah situasi pandemi.

Seperti melakukan pengecekan suhu tubuh saat pengunjung datang, pengunjung wajib mengenakan masker, dan sebelum menuju loket diarahkan ke tempat cuci tangan.

"Sudah banyak rombongan, biro perjalanan tanya apakah sudah buka apa belum. Tapi karena beda dengan objek wisata lain, Grojogan Sewu kan di bawah BKSDA," ucapnya.

Meski belum mendapatkan izin dari BKSDA Jateng untuk menerima kunjungan wisatawan, pengelola telah menyiapkan konsep apabila sudah diizinkan beroperasi kembali. Seperti kunjungan dibatasi 25 persen dalam sehari.

Terkait bukti vaksin, lanjutnya, pengelola belum menjadikan bukti vaksin sebagai persyaratan masuk lokasi wisata. (Ais)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved