Berita Viral
Jika Jeli, Beli Rumah Dekat Kuburan Justru Menguntungkan Lho, Ini kata Pengembang
Karena kepercayaan tersebut, tidak heran banyak orang yang menghindari membeli rumah dekat kuburan
TRIBUNJATENG.COM - Plus minus beli rumah atau tanah yang dekat lokasi kuburan.
Ternyata jika jeli, pembeli justru diuntungkan.
Simak penjelasannya
Baca juga: Suzuki Smash Remuk Ditabrak Pikap, Ini Kronologi dan Kondisi Korban
Baca juga: Benarkah Terkait Hoki? Ternyata Ini Alasan Kenapa Merek Bakpia Identik dengan Angka
Baca juga: Dramatis, Aksi Korban Begal Melawan Pelaku yang Hendak Mengeluarkan Pistol, Ternyata Cuma Mainan
Perumahan atau apartemen dekat kuburan sering kali memunculkan beragam persepsi, terkait hal-hal berbau mistis dan klenik.
Rumah dekat kuburan juga dinilai membawa energi negatif karena menjadi tempat berkeliarannya para makhluk tak kasat mata
Karena kepercayaan tersebut, tidak heran banyak orang yang menghindari membeli rumah dekat kuburan
Padahal, angker dan mistis tentu penilaian yang sangat subyektif.
Namun, banyak juga orang yang memanfaatkan membeli hunian di dekat kuburan, karena harganya yang murah dan banyak diskon.
Lantas seperti apa persepsi pengembang perumahan melihat potensi sebuah lahan sebelum menggarap hunian dekat kuburan?
Berikut ulasannya:
Ketua Real Estate Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan, pada dasarnya lokasi menjadi pertimbangan utama orang dalam membeli rumah.
Menurut Totok, banyak orang yang mencari rumah di lokasi yang tidak saja strategis tetapi juga dapat membawa ketenangan, keamanan, dan ketenteraman.
"Lokasi itu sangat menentukan. Dalam mencari rumah orang itu pasti ingin punya rumah yang membuat dia tenang, happy, tenteram, dan bahagia," kata Totok
Dalam melihat sebuah potensi lahan hunian, pengembang memiliki beberapa pertimbangan utama yakni kondisi lingkungan sekitar, kedekatan dengan akses transportasi massal, fasilitas sekitar dan perencanaan pembangunan infrastruktur ke depan.
Pengembang melihat lingkungan sekitar dalam konteks yang lebih luas.
Kata Totok, lokasi seperti kuburan akan diabaikan dan tidak menjadi pertimbangan utama dalam menggarap hunian.
Totok menilai pengembang lebih mempertimbangkan lahan hunian berada di lokasi yang dekat dengan akses jalan, mal dan pusat perbelanjaan, dibandingkan sebatas lokasinya yang dekat dengan kuburan.
Contohnya banyaknya hunian, gedung perkantoran di Jakarta yang dibangun dekat kuburan atau bersebelahan langsung dengan pemakaman.
Hal itu justru sama sekali tidak membuat harga lahan di dekat lokasi tersebut turun dan sebaliknya malah banyak yang diminati.
"Jadi lagi-lagi tergantung, kalau kuburannya di daerah metropolitan ya nggak akan ngaruh. Tetapi kalau di perkampungan mungkin iya. tapi kan pengembang juga melihat lingkungan itu dalam skala yang lebih luas," ujarnya.
Lagi pula, lanjut Totok, setelah lahan tersebut dibangun menjadi kawasan hunian, persepsi orang tentang hal-hal yang bersifat mistis dan angker akan hilang dengan sendirinya, seiring dengan semakin ramainya lokasi tersebut.
Sementara bagi konsumen, akan diuntungkan dengan harga perdana yang ditawarkan lebih miring ketimbang rumah di lokasi yang jauh dari kuburan.
Selain itu, konsumen juga akan mendapatkan nilai lebih yakni akses pemandangan, dan ruang terbuka hijau yang lebih luas.
Jika membeli hunian dengan rancangan ruang terbuka hijau berupa taman biasa non-kuburan, tentu saja harganya akan jauh lebih tinggi.
Jadi, pilih mana, beli rumah dekat kuburan tapi harga awal murah atau dekat mal dan keramaian tapi harga awal mahal? (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kuburan-1_20160307_194201.jpg)