Breaking News:

Berita Semarang

Kasus Covid-19 Melandai Turun, Sejumlah Rumah Sakit di Semarang Sudah Zero Pasien

Sejumlah rumah sakit di Kota Semarang sudah zero pasien Covid-19. Hal itu seiring menurunnya kasus Covid-19 di Kota Lunpia.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Ilustrasi isolasi terpusat rumah dinas wali kota. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah rumah sakit di Kota Semarang sudah zero pasien Covid-19.

Hal itu seiring menurunnya kasus Covid-19 di Kota Lunpia.

Berdasarkan data pada laman siagacorona.semarangkota.go.id, hingga Minggu (5/9/2021) pukul 14.30, kasus aktif di Kota Semarang tersisa182 pasien.

Rinciannya, 147 warga Kota Semarang dan 35 warga luar kota. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, dari 20 rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 di ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini, beberapa rumah sakit sudah tidak merawat pasien Covid-19.

Baca juga: Beraksi Begal Payudara di Purworejo, Andrian Tertangkap Warga, Lalu Digelandang ke Kantor Polisi

Baca juga: Pertanyaan Anak SMP Bikin Najwa Shihab Sedih, Kenapa Arsenal Kalah Melulu?

Baca juga: Dr Aqua: Nakes Harus Terus Belajar Memberi Pelayanan Melebihi Kepuasan Pelanggan

"RS Dr Cipto, RSJ, Sultan Agung, dan rumah sakit - rumah sakit tipe C rata-rata sudah tidak merawat pasien Covid-19. Rumah sakit darurat Covid-19 (RSDC) juga sudah tidak merawat," sebut Hakam.

Dari enam isolasi terpusat yang dimiliki Kota Semarang, sambung dia, lima diantaranya sudah ditutup.

Saat ini, Dinkes hanya membuka isolasi terpusat di rumah dinas wali kota.

Pasien yang di rawat d isana saat ini hanya tersisa delapan pasien.

Pada puncak tertinggi yang mana sempat menyentuh angka 2.400 kasus, Hakam menyebut angka kasus harian bisa mencapai 150 pasien.

Sekarang, kasus harian sudah sangat turun yakni rata-rata di angka 10 pasien.

Baca juga: Nonton TV Online Ini Link Live Streaming PSM Makassar Vs Arema FC BRI Liga 1 2021

Baca juga: Selain Guci yang Sudah Boleh Buka, Wisata Lainnya di Tegal akan Menyusul dan Tunggu Kondisi Level 2

Baca juga: Tahun Ketiga kepemimpinan Ganjar-Yasin di Provinsi Jateng, 40 Ribu Rumah Teraliri Listrik Gratis

"Kadang cuma lima. Alhamdulillah, sampai hari ini BOR di angka 7,8 persen," tambahnya.

Adapun tingkat kesembuhan, Hakam membeberkan, terbilang cukup baik yaitu 94 persen pada pekan ke-33 dan ke-34 tahun 2021.

Sebaliknya, angka kematian sudah menurun cukup drastis. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved