Berita Pendidikan
Mahasiswa UMK Bikin Aplikasi Silapos, Bermanfaat Buat Pecah Kerumunan di Posyandu
Tiga mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) membuat aplikasi Silapos agar pos pelayanan terpadu (Posyandu) di masa pandemi tidak berkerumun.
Penulis: Rifqi Gozali | Editor: moh anhar
Selanjutnya pendaftar akan mendapatkan kode unik dari admin.
Selanjutnya kode unik dimasukkan dan akan muncul beberapa kolom yang harus diisi, antara lain kolom user name, password, re-password. Selanjutnya pendaftar bisa melakukan login ke aplikasi.
Dalam aplikasi untuk sementara ada tiga menu, yakni ibu hamil, ibu balita, dan lansia. Setiap menu nantinya ada empat menu lagi, yakni beranda, layanan, konsultasi dan rekap data.
Di menu layanan, warga bisa melihat terkait layanan, termasuk tempat hingga mendaftar antrean pelayanan.
Baca juga: Femas dan Gioknio Terpilih Jadi Putra Putri Lawu Karanganyar 2021
Baca juga: PSCS Menunggu Keputusan Tanggal Pertandingan, Pemain Berlatih Secara Mandiri
Baca juga: Ada Temuan Gua di Pegunungan Patiayam Kudus, Saat Digali Warga, Banyak Kandungan Air
"Kami ada data sampai tingkat RW, biasanya satu RW pelayanan posyandu di satu tempat," kata dia.
Dalam pembuatan aplikasi tersebut, kami sesuaikan dengan kondisi lapangan, mulai dari pelayanan apa saja yang dibutuhkan hingga kendala apa yang dihadapi.
Sehingga aplikasi tersebut diharapkan bisa membantu pelayanan kesehatan dengan maksimal dengan meminimalisir kendala-kendala yang ada di lapangan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tiga-mahasiswa-umk-menunjukkan-aplikasi-silapos-1-2.jpg)