Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kunjungan di Pusat Perbelanjaan Masih Minim, Belum Mampu Dongkrak Kinerja Bisnis

pelonggaran di PPKM level 3 itu belum bisa mendongkrak secara signifikan kinerja bisnis dan kunjungan di pusat perbelanjaan.

Tayang:
Editor: Vito
TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
ilustrasi - Pengunjung berjalan-jalan di Mal Paragon Semarang, baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 memberi napas bagi pusat perbelanjaan atau mal untuk menggulirkan kembali roda bisnisnya.

Namun, pelonggaran di PPKM level 3 itu belum bisa mendongkrak secara signifikan kinerja bisnis dan kunjungan di pusat perbelanjaan.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonsus Widjaja menyampaikan, tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan meningkat secara bertahap sejak diberlakukan pelonggaran. Tapi, peningkatannya masih cenderung lambat.

Menurut dia, rata-rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan saat ini masih berkisar di level 20-30 persen dibandingkan dengan kondisi normal sebelum pandemi covid-19.

"Diharapkan tren peningkatan kunjungan ke pusat perbelanjaan akan terus meningkat seiring dengan berbagai pelonggaran yang diberlakukan oleh pemerintah," katanya, saat dihubungi Kontan, Senin (6/9).

Jika pemulihan terus terjadi dan bisa dipertahankan, setidaknya hal itu dapat mengembalikan kondisi usaha dari keterpurukan yang terjadi pada Juli dan sebagian Agustus.

Seperti diketahui, saat kasus covid-19 kembali meledak dan PPKM darurat diberlakukan, bisnis di pusat perbelanjaan dan mal ambruk lantaran terjadi penutupan operasional.

Potensi hilangnya pendapatan akibat penutupan tersebut sangat besar. Alphonsus memberikan gambaran, potensi pendapatan pusat perbelanjaan dari anggota APPBI di seluruh Indonesia berkisar di angka Rp 5 triliun/bulan.

"Nilai tersebut adalah pendapatan yang diterima oleh pusat perbelanjaan, dan bukan nilai penjualan. Selama ditutup sementara, pusat perbelanjaan (anggota APPBI di seluruh Indonesia) berpotensi kehilangan pendapatan sekitar Rp 5 triliun setiap bulan," jelasnya.

Ia menilai, masih butuh waktu lama untuk bisa mencapai kondisi usaha seperti sebelum pemberlakuan PPKM Darurat dan PPKM berlevel. Alphonsus memperkirakan sampai dengan akhir 2021 kondisi usaha pusat perbelanjaan masih berada dalam kondisi tertekan.

Emiten pengelola mal pun masih berjibaku untuk kembali memutarkan roda bisnisnya. Direktur Pengembangan Bisnis PT Pakuwon Jati Tbk, Ivy Wong menyampaikan, lalu lintas kunjungan di Mal Pakuwon Group belum meningkat signifikan.

Saat ini, menurut dia, tingkat kunjungan masih sekitar 40 persen dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi.

"Traffic count ada kenaikan 10 persen minggu ke minggu, tetapi masih slow. Meskipun sudah level 3, perkantoran banyak yang masih WFH, jadi traffic mal tidak bisa pulih cepat," ungkapnya, kepada Kontan, Senin (6/9).

Pengelola Pondok Indah Mall, PT Metropolitan Kentjana Tbk, juga mencatat jumlah pengunjung masih berkisar di level 30 persen dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi.

Wakil Direktur Utama MKPI, Jeffri Tanudjaja berharap, vaksinasi bisa lebih cepat dilakukan untuk menyasar lebih banyak orang, sehingga pelonggaran kunjungan bisa terus dilakukan.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved