Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Cerita Rakyat

Cerita Rakyat Batu Menangis Asal Kalimantan Barat

cerita rakyat batu menangis,Cerita ini dimulai dengan seorang gadis cantik dan ibunya yang janda tinggal di sebuah desa. Namun sangat disayangkan wa

Tayang:
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Youtube/ Dongeng Kita
Cerita Rakyat Batu Menangis Asal Kalimantan Barat 

Cerita Rakyat Batu Menangis Asal Kalimantan Barat

TRIBUNJATENG.COM - Berikut cerita rakyat Batu Menangis asal Kalimantan Barat.

Cerita ini menggambarkan seorang anak gadis yang durhaka dengan tidak mengakui ibunya sebagai orang tua kandung bahkan menganggapnya sebagai pembantunya.

Cerita ini dimulai dengan seorang gadis cantik dan ibunya yang janda tinggal di sebuah desa.

Namun sangat disayangkan wajah cantik anaknya tidak berbanding lurus dengan sifatnya. Sifatnya sangat buruk. Gadis itu sangat malas, semua keinginannya harus dipenuhi meskipun dia tahu ibunya sendirian bekerja dengan membanting tulang hanya untuk memenuhi keinginan anak gadisnya.

Baca juga: Dongeng Bawang Merah Bawang Putih

Baca juga: Dongeng Ande Ande Lumut Cerita Rakyat Jawa Timur

Baca juga: Dongeng Pertempuran Hiu dan Buaya Asal Usul Kota Surabaya

Baca juga: Asal Mula Danau Toba Cerita Rakyat Sumatera Utara

Pernah suatu ketika saat ibunya terbaring sakit, ia tetap menyuruh ibunya mencuci.

"Ibu! Jika bukan kau yang cuci bajuku lalu siapa lagi?" bentak anak gadis itu.

"Tetapi ibu sedang sakit. Ibu akan mencucinya besok," rintih ibunya.

"Kalau begitu aku akan pergi dari rumahmu," ancam anak gadis.

Ibunya pun terbangun dari ranjang dan segera mencuci baju. Ibunya mencuci dengan batuk yang semakin buruk.

Kendati demikian, sifat buruk yang dilakukan anak terhadap ibunya tidak membuatnya marah dan sakit hati.

Meskipun itu dilakukan berulang kali, namun ibunya sabar menerima cobaan ini dan mencoba memahami mengapa anaknya berbuat demikian kepada ibunya.

Tidak lupa setiap malam ibunya selalu berdoa agar sifat buruk anaknya segera berubah.

Akan tetapi sifat buruk anaknya bukan berubah namun semakin menjadi-jadi.

Pada suatu hari ketika sedang berbelanja di pasar, setiap orang yang memandang anak gadisnya akan terpesona kecantikan. Bukan hanya anak muda saja yang terpesona, bahkan orangtua pun akan terpesona melihat kecantikannya.

Ketika sedang asik berbalanja, ada seorang pemuda menghampiri anak gadisnya.

Cerita Rakyat Batu Menangis Asal Kalimantan Barat
Cerita Rakyat Batu Menangis Asal Kalimantan Barat (Youtube/ Dongeng Kita)

"Hai gadis cantik," sapa pemuda.

Gadis itu pun menanggapi perkenalannya.

Setelah berkenalan pemuda tersebut menanyakan siapa yang sedang bersamamu.

"Nona cantik, siapakah wanita di sampingmu?" tanya pemuda itu.

"Oh dia pembantuku," jawabnya.

Gadis itu memperkenalkan ibunya sebagai pembantu.

Mendengar kata tersebut ibunya meneteskan air mata, namun tetap berusaha memaafkan kekhilafan anaknya.

Namun bukannya anak gadis tersebut meminta maaf kepada ibunya, tetapi sepanjang perjalanan setiap pemuda yang berkenalan dengannya mengatakan bahwa ibunya diperkenalkan sebagai pembantunya.

"Dia pembantuku," katanya berulangkali.

Sabar ada batasnya, demikian pula kesabaran Ibu terhadap anak kandungnya juga ada batasnya.

Ibunya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk selalu mengalah dan mencoba memahami sifat anaknya namun akhirnya tidak bisa dibendung lagi sakit hati dan kecewa yang terpendam.

Dengan perasaan sangat kecewa dan hati yang terluka ibunya memohon kepada Tuhan untuk menghukum anaknya yang durhaka.

"Ya Tuhan, jika ia terus durhaka padaku, berilah hukuman setimpal," pinta sang ibu.

Doa sang ibu pun dikabulkan.

Tak lama setelah itu, badan gadis cantik tersebut perlahan-lahan menjadi mengeras menjadi batu.

Gadis cantik pelan pelan berubah menjadi batu
Gadis cantik pelan pelan berubah menjadi batu (Youtube/ Dongeng Kita)

Dengan sangat menyesal gadis itu menangis dan memohon ampun.

Namun sayang semuanya sudah terlanjur, permohonan maaf tersebut sudah tidak berguna dan akhirnya anak gadis cantik itu tetap menjadi batu.

(*)

Baca juga: Dongeng Perdana Menteri Sidapaksa Asal Mula Nama Banyuwangi Cerita Rakyat Jawa Timur

Baca juga: Dongeng Roro Jongrang Asal Usul Candi Prambanan Cerita Rakyat Jawa Tengah dan Yogyakarta

Baca juga: Dongeng Cindelaras Cerita Rakyat Jawa Timur

Baca juga: BPJamsostek Kendal Cairkan Klaim Kematian Suami Lulu Rp 42 Juta: Baru Gabung Seminggu

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved