Breaking News:

Berita Nasional

Terduga Pelaku Akui Ada Perundungan di KPI tetapi Bantah Lakukan Pelecehan Seksual

Mereka membantah telah melakukan pelecehan seksual tetapi mengakui adanya perundungan terhadap MS.

WIKIHOW
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kasus dugaan perundungan dan pelecehan di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjadi sorotan publik.

Sejumlah pegawai KPI di kantor pusat lembaga itu yang dituduh telah melakukan perundungan dan pelecehan terhadap rekan sekantor berinisial MS angkat bicara.

Mereka membantah telah melakukan pelecehan seksual tetapi mengakui adanya perundungan terhadap MS.

Baca juga: Pegawai KPI yang Alami Pelecehan Melapor Ulang Setelah Sempat Tak Ditanggapi Serius oleh Polisi

Hal itu disampaikan kuasa hukum terduga pelaku kepada wartawan saat mendampingi kliennya menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Pusat, Senin (6/9/2021) kemarin.

Kelima terduga pelaku yakni RM, FP, RT, E0 dan CL menjalani pemeriksaan polisi selama delapan jam, yakni pada pukul 11.00-19.00 WIB.

Tak ada bukti pelecehan

Tegar Putuhena, kuasa hukum dari terduga pelaku RT dan EO, menegaskan sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa kliennya melakukan pelecehan seksual terhadap MS di kantor KPI pada 2015.

"Sejauh ini yang kami temukan peristiwa itu tidak ada, peristiwa (pelecehan seksual) di tahun 2015 yang dituduhkan dan sudah viral itu tidak ada, tidak didukung oleh bukti apapun," kata Tegar.

Ia menyebutkan, pihak kepolisian juga belum mengonfirmasi bukti apapun kepada kliennya terkait kejadian pelecehan seksual tersebut.

Anton, pengacara terduga pelaku RM, juga membantah kliennya melakukan pelecehan seksual terhadap MS pada 2015. Ia juga menegaskan tidak pernah ada kejadian tahun 2017 dimana MS mengaku dilempar ke kolam renang saat saat acara Bimtek di Resort Prima Cipayung, Bogor.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved