Berita Semarang
Prihatin Kerusakan Lingkungan, Perupa Ini Bikin Rangkaian Lukisan Kota Semarang Hilang Dari Peta
Puluhan lukisan tertata di galeri lukis yang ada di kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Kota Semarang.
Penulis: budi susanto | Editor: moh anhar
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Puluhan lukisan tertata di galeri lukis yang ada di komplek Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Kota Semarang.
Dari puluhan lukisan itu, terpampang jelas lukisan diorama Kota Semarang menjadi lautan.
Lukisan berjudul “Semarang Hilang dari Peta” merupakan karya Andreas Subardjo (73), warga Jalan Kawi Kota Semarang.
Lukisan diorama tersebut ia buat pada 2006 silam.
Gambaran mengenai Kota Semarang di masa mendatang yang ia buat bahkan berseri, sampai 20 lukisan.
Baca juga: Pemkot Semarang Mulai Kembali Nyalakan Bridge Fountain di Kanal Banjir Barat
Baca juga: Senjakala Pedagang Keping VCD Bajakan di Purwokerto, Tersisihkan Hiburan Digital Lewat Gadget
Baca juga: Pedagang Cilok Ini Jadi YouTuber Berpenghasilan 10 Juta per Bulan, Kisahnya Bermula saat Kehujanan
Berangkat dari pengamalannya di bidang geodesi, Andreas yang pensiun dari tugasnya sebagai ASN 18 tahun silam itu memprediksi Kota Semarang akan hilang dari peta.
Selain ilmu yang didapat saat berkecimpung dalam bidang geodesi, imajinasi dan pengalaman spritualnya menjadi dasar ia menggambarkan kondisi lingkungan di Kota Semarang dalam lukisan.
“Jauh sebelum ramainya isu Semarang tenggelam, saya juga sudah membuat lukisan ini. Saya memprediksi hal serupa bahkan lebih parah, yaitu Kota Semarang hilang dari peta,” katanya kepada Tribunjateng.com di galeri lukisnya, Rabu (8/9/2021).
Dalam karya seni rupanya, Andreas memprediksi beberapa titik akan hilang beberapa tahun ke depan.
“Semua wilayah pesisir Kota Semarang akan hilang dan ditelan lautan. Hal itu akan semakin cepat terjadi jika pohon-pohon beton atau gedung semakin masif dibangun,” ujar pria ramah itu.
Pria 73 tahun yang hampir tiga ribu karyanya dibeli orang-orang Eropa itu, juga memprediksi Hendrar Prihadi yang sekarang menjadi Wali Kota Semarang, akan pindah ke wilayah atas yaitu Gunungpati saat Kota Semarang hilang dari peta.
“Hendi akan pindah ke Gunungpati, hal itu juga saya lukiskan sebagai lanjutan cerita Semarang Hilang Dari Peta,” katanya.
Menyoal kapan Kota Semarang hilang dari peta, Andreas tak menyebutkan secara detail, ia hanya mengatakan tanda-tanda sebelum Kota Semarang ditelan lautan.
Baca juga: Ketua RT Ungkap Sosok Anak Bunuh Ibu Kandung di Cilacap: Tak Menyangka
Baca juga: Gandeng Pemkab Banyumas, PT SBI Tbk Manfaatkan Sampah untuk Bahan Bakar Alternatif Pabrik Semen
Baca juga: Slamet Kudus Kecelakaan Ditabrak Mobil Sedan Merah, Sopir Kabur Tak Bertanggungjawab
“Kalau dari pengalaman spiritual saya, ada tanda-tandanya, yaitu saat awan di pesisir menyerupai selendang sutra berjumlah enam dan membujur panjang memayungi pesisir Kota Semarang. Tanda itu akan muncul pukul 06.00 WIB. Kalau tanggal dan tahun tepatnya tidak bisa saya jelaskan,” paparnya.
Seniman yang pernah mengikuti pameran seni rupa ke 10 negara, dan mendapat penghargaan seni rupa dari Rusia dan Jerman Barat itu menambahkan. Saat tanda-tanda tersebut muncul, masyarakat harus segera pindah ke daerah lebih tinggi.
“Meski hanya prediksi yang saya tuangkan lewat lukisan, namun tanda-tandanya mulai bermunculan sekarang. Saya yakin Kota Semarang akan hilang dari peta jika pembangunan di pesisir tak dihentikan ,” tambah Andreas. (*)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :