Berita Nasional
Sejoli Jadi Muncikari Gadis Remaja, Ditawarkan Via Michat Area Semarang Timur Tarif Rp 300 Ribuan
Dua sejoli tersebut Dava Tria Ramadhan (20) warga Plamongansari Blancir, Kelurahan Plamongansari, Pedurungan dan kekasihnya yang masih di bawah umur,
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sepasang kekasih muncikari ditangkap Satreskrim Polrestabes Semarang.
Pasangan sejoli tersebut menjadi muncikari prostitusi online dengan mempekerjakan remaja usia belasan tahun.
Dua sejoli tersebut Dava Tria Ramadhan (20) warga Plamongansari Blancir, Kelurahan Plamongansari, Pedurungan dan kekasihnya yang masih di bawah umur, berinisial KAB (16), warga Kelurahan Wonotinggal, Kecamatan Candisari.
Pengungkapan ini setelah adanya pelaporan dari salah satu orangtua dari gadis yang diperjualbelikan ini ke Polrestabes Semarang, Rabu (1/9/2021) silam.
Orangtua korban melaporkan karena anaknya tidak pulang selama tiga minggu.

Kemudian orangtua korban menanyakan saksi yang merupakan teman anaknya.
Orangtua korban mendapat informasi bahwa anaknya telah diperjualbelikan oleh pelaku dan didapati sedang melayani tamu di kamar hotel.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menuturkan Dava merupakan pelaku jual beli anak di bawah umur.
Pelaku bisa disebut seorang muncikari.
"Jadi semacam papi. Bisa dikata 'papi yunior'. Karena pelaku umurnya masih 20 tahun," ujar dia, saat konferensi pers Senin (6/9/2021).
Menurutnya, korban yang diperjualbelikan pelaku berusia 14 tahun, 15 tahun, dan 16 tahun.
Mereka memperjualbelikan melalui aplikasi Michat.
"Kasus itu terungkap ketika yang bersangkutan memperjualbelikan anak di bawah umur di hotel yang berada di Jalan Majapahit," tuturnya.
Pelaku dijerat Pasal 76I Jo Pasal 88 UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.
Sementara itu pelaku, Dava Tria Ramadhan (20) mengaku satu anak dijual untuk melayani hasrat seksual ke hidung belang berkisar Rp 300 ribu hingga 350 ribu per jam.
"Saya mendapatkan bagian Rp 50 ribu sekali transaksi," tutur dia.
Dava menuturkan beroperasi di hotel sejak 27 Agustus 2021 lalu.
Sebelumnya dirinya melancarkan aksinya di kos Jalan Gayamsari.
"Yang mencarikan pekerja seksnya pacar saya, dan mengatur pacar saya," ujar dia.
Ia mengatakan, dalam satu hari bisa mendapatkan pelanggan sebanyak dua orang.
Dirinya membenarkan pekerja seks yang disediakan anak-anak di bawah umur.
"Jadi saya khusus menyediakan anak di bawah umur. Rata-rata pria yang menggunakan juga masih muda," ujar dia.
Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Sardo Lumbantoruan mengatakan, dari hasil pengembangan telah ada 7 anak yang menjadi korban.
Korban hanya ditawari bekerja oleh pelaku.
"Awalnya dilakukan pelaku di rumah kos, sekarang dilakukan di hotel," tuturnya saat ditemui di Polrestabes Semarang, Selasa (7/9/2021). (*)