Kisah Inspiratif
Kisah Penjual Cilok Jadi Youtuber Sukses Gara-gara Kehujanan
Kampung YouTuber di Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, melahirkan banyak content creator yang sukses.
Syuting di ladang
Angger pun menyulap ladang miliknya yang tak terlalu luas menjadi studio alam. Ladang tersebut hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya.
Ladang itu ditanami berbagai macam sayuran untuk keperluan pembuatan konten. Di lokasi itu pula ia mengambil video proses memasak dan makan bersama.
"Kadang saya mencari bahan ke kebun orang, kemudian memasak di sini. Dulu sempat juga memasak di pinggir sungai, tapi ibu sudah tidak kuat jalan jauh," ujar Angger.
Dia bersama istrinya mengaku sangat bersyukur, meski penambahan jumlah subcriber berjalan lambat, penghasilan dari Youtube lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhannya.
"Sekarang rata-rata saya dapat Rp 10 juta per bulan, kadang lebih, kadang juga kurang," kata Angger malu-malu. Tarinah pun kini mulai mengikuti jejak kesuksesan Angger.
Kini Tarinah mulai merintis channel sendiri dengan nama Mawar Mukbang dan Mawar KSG. "Kontennya isinya makan buah dan lainnya," tutur Tarinah. (Kompas.com)
Baca juga: Viral karena Suami Jelek, Wanita Ini Punya 4 Anak dari Mantan, Kini Kebingungan
Baca juga: KABAR TERBARU! MK Tegaskan Multifinance Bisa Menarik Kendaraan tanpa Mekanisme Pengadilan
Baca juga: Ella Skincare Platinum, Perawatan Kulit Privat Room Tanpa Antre dengan Teknologi Canggih
Baca juga: Video Sekeluarga 4 Orang Meninggal Tertabrak Truk Tangki Rem Blong di Sigarbencah Semarang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/cilok-naik-ninja.jpg)