Berita Semarang
Inilah Gambaran Nanti Setelah Proyek Normalisasi Sungai Beringin Berjalan
Proyek normalisasi sungai Beringin di wilayah Ngaliyan dan Mangkang terus dikebut.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Proyek normalisasi sungai Beringin di wilayah Ngaliyan dan Mangkang terus dikebut.
Proyek yang digadang akan mengurangi dampak banjir di Kota Semarang tersebut kini masih tahap pengerjaan dan pembebasan lahan.
Untuk pembebasan lahan milik warga sudah berjalan sesuai progres.
Menurut Kepala Satker PJSA BBWS Pemali Juana Yulius mengatakan, informasi dari Pemkot Semarang tahun depan sudah proses pembayaran pembebasan lahan.
Melihat dari pekerjaan proyek di lapangan lahan yang sudah dibebaskan di atas 60 persen.
"Soal pembebasan lahan semua diurus Pemkot Semarang namun saya melihat di atas 60 persen," paparnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Sabtu (11/9/2021).
Ia mengaku, tak ada kendala berarti dalam pengerajaan proyek tersebut.
Sudah ada beberapa pengerjaan proyek di beberapa titik yang lahannya telah dibebaskan.
Di antaranya di muara dan hulu sungai Beringin.
"Kami bekerja masih belum frontal karena masih menunggu proses pembebasan dan pembayaran lahan yang sedang diupayan Pemkot," jelasnya.
Menurutnya, ada kendala tersendiri dalam proyek normalisasi tersebut di antaranya harus meninggikan jembatan rel kereta ganda milik KAI yang melintang di atas sungai Beringin.
Jembatan rel tersebut harus ditinggikan lantaran menyesuaikan bagian hulu Beringin yang dilebarkan 35 meter.
Begitupun ke arah ke ke hilir akan dilebarkan 25 meter.
Sementara abutment (kepala) jembatan ke abutment lainnya berjarak sekira 18 meter sehingga perlu pelebaran.
Ketika pelebaran dilakukan akan berpengaruh ke rel kereta karena elevasi kereta saat ini sudah hampir hilang ketika banjir di sungai Beringin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pengguna-jalan-melintas-di-jembatan-mangkang-pantura.jpg)