Breaking News:

Berita Semarang

Jaksa Tuntut Mantan Pegawai Dishub Kota Semarang Pidana 5 Tahun Penjara

Persidangan kasus dugaan korupsi penerimaan dana retribusi uji KIR pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang hampir sampai tahap akhir.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: Catur waskito Edy
Istimewa
Pengadilan Tipikor Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Persidangan kasus dugaan korupsi penerimaan dana retribusi uji KIR pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang hampir sampai tahap akhir.

Kasi Pidsus Kejari Kota Semarang, Setyawan Joko Nugroho mengatakan, kasus tersebut telah sampai tahap pembacaan tuntutan pidana terhadap terdakwa Rusti Yuli Andayani, di Pengadilan Tipikor Semarang.

"Kami menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 5 tahun. Serta denda Rp 100 juta," kata Wawan, sapaannya, selaku jaksa penuntut umum (JPU) saat dikonfirmasi Tribun Jateng, Sabtu (11/9/2021).

Dalam tuntutannya, Wawan menilai terdakwa mantan pegawai Dishub Kota Semarang itu terbukti bersalah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU No. 31/1999 jo UU No. 20/2001 jo Pasal 64 (1) KUHP tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Kami juga menuntut terdakwa dengan pidana tambahan yaitu membayar uang pengganti (UP) sebesar Rp 1,5 miliar," lanjutnya.

Uang pengganti tersebut harus dibayar dalam waktu satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap (inkrah). Jika tidak dibayar, maka harta bendanya dirampas untuk disita. Dan apabila masih tidak mencukupi, maka akan diganti pidana penjara 2 tahun 6 bulan.

Ia menjelaskan, uang pengganti tersebut dihitung berdasarkan jumlah kerugian negara yang ditimbulkan yaitu Rp 1,652 miliar. Namun, berdasarkan fakta persidangan, terdakwa telah menyerahkan sebagian dari kerugian sejumlah Rp 120 juta.

"Sehingga kerugiaan negara yang belum dikembalikan sebesar Rp 1,512 miliar," jelasnya.

Dalam persidangan sebelumnya, terdakwa Rusti Yuli Andayani membantah menggunakan uang uji KIR pada Dishub sebesar Rp 1,6 miliar. Ia mengaku hanya memakai Rp 330 juta. Itupun sudah dikembalikan Rp 120 juta yang dicicil sebanyak 11 kali.

Pengembalian tersebut direkapitulasi Februari 2019 hingga Juni 2020 dengan sistem potong gaji dan setoran tunai.

Untuk diketahui, terdakwa Rusti diduga melakukan tindak pidana korupsi penerimaan dana restribusi Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) atau uji Kir pada Dishub Kota Semarang tahun 2017-2018.

Selaku bendahara penerima pembantu (BPP), terdakwa tidak menyetorkan uang penerimaan retribusi uji Kir Dishub Kota Semarang setiap harinya ke rekening Kas Umum Daerah Kota Semarang.

Atas perbuatannya ini mengakibatkan kerugian keuangan negara dalam hal ini Pemerintah Kota Semarang mencapai Rp 1,65 miliar. (Nal)

Baca juga: Semarang PPKM Level 2, Kawasan Kampung Karaoke Mulai Ramai

Baca juga: Niatnya Tolong Orang Beli Bubur Ayam, Diki Malah Kena Hipnotis hingga Kehilangan Motor Baru

Baca juga: Wabup Pati Safin: Upaya Pengendalian Covid-19 merupakan Tanggung Jawab Semua Komponen Bangsa

Baca juga: Kapan CFD Diadakan Kembali, Ini Penjelasan Dishub Karanganyar

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved