Berita Semarang
Polisi Buru Komplotan Pencuri dan Penipu yang Sasar Pedagang Kecil di Mangkang
Polsek Ngaliyan belum mendapat laporan adanya aksi penipuan dan pencurian yang menimpa pedagang di sepanjang jalan Mangkang.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG -- Polsek Ngaliyan belum mendapat laporan adanya aksi penipuan dan pencurian yang menimpa pedagang di sepanjang jalan Mangkang.
Kapolsek Ngaliyan, Kompol Umbar Wijaya mengatakan hingga saat ini belum mendapat laporan dari masyarakat.
Namun demikian pihaknya akan bertindak dengan mengerahkan Bhabinkantibmas setempat untuk melakukan patroli sekaligus sosialisasi ke pedagang di sekitar Mangkang.
"Nanti kami juga minta selain patroli juga memberikan himbauan ke para pedagang untuk mengantisipasi penipuan yang sedang marak di wilayah tersebut," ujarnya saat dihubungi Tribun Jateng, Sabtu (11/9/2021).
Menurutnya, menghimbau masyarakat waspada adanya modus penipuan yang saat ini sedang marak di wilayah tersebut.
Pihaknya juga meminta agar masyarakat agar tidak segan untuk melaporkan apabila mengalami hal sama.
"Jika aduan kami bisa cepat melakukan penindakan dan bisa langsung ditangani tim reserse," ujar dia.
Sebelumnya, Pedagang disepanjang jalan Mangkang Kecamatan Ngaliyan resah adanya pelaku penipuan berkedok sebagai pembeli.
Tidak hanya menipu pelaku juga mencuri barang-barang berharga milik pedagang saat sedang melayani pembeli.
Modus yang dilakukan pelaku berpura-pura memborong dagangan korban. Kemudian pelaku beralasan tidak membawa uang dan akan mengambil uang di mesin ATM.
Bahkan pelaku juga berani meminjam ponsel korban dengan alasan untuk memotret struk setelah mengambil uang di ATM.
Farji satu diantara pedagang es di wilayah Mangkang terkena tipu oleh pelaku dua hari yang lalu.
Saat itu ada dua orang pelaku yang mendatangi lapaknya dengan ciri-ciri pelaku yaitu kurus tinggi, dan satunya agak gemuk. Kedua pelaku datang menggunakan motor Supra yang di cat warna silver.
"Saat itu pelaku datang memesan 2 es kuwud dagangan. Pelaku juga pesan lagi 5 porsi es kuwud tapi dibungkus dan pesan bakso bakar dengan nominal Rp 20 ribu," tuturnya, saat ditemui Tribun Jateng, Sabtu (11/9/2021).
Setelah pesanannya jadi, pelaku beralasan akan ke mesin atm untuk mengambil uang. Pelaku juga tak sungkan meminjam ponselnya.