Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Disparpora Karanganyar Luluskan 20 Pilot Mahir Paralayang, Bupati: Kembangkan Wisata dan Bina Atlet

Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) meluluskan 20 peserta pelatihan PL-2 atau pilot mahir paralayang.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melalui Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) meluluskan 20 peserta pelatihan PL-2 atau pilot mahir paralayang.

Penutupan pelatihan tersebut dilakukan di kawasan Kemuning Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar, Selasa (14/9/2021) sekira pukul 16.00. Dalam kesempatan itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono menutup pelatihan paralayang PL-2 sekaligus memberikan sertifikat PL-2 kepada perwakilan peserta pelatihan. 

Kepala Disparpora Karanganyar, Titis Sri Jawoto menyampaikan, sebelumnya ada 40 peserta yang mengikuti pelatihan paralayang PL-1 atau pilot amatir. Dari 40 orang tersebut kemudian diseleksi untuk mengikuti pelatihan PL-2 pada tahun ini. 

20 peserta hasil seleksi telah mengikuti pelatihan sejak bulan lalu.

"Selanjutnya mereka akan diasah kemampuan pribadi, meningkatkan jam terbang dan dia akan melayani tandem (paralayang). Bonusnya atlet berprestasi," katanya kepada Tribunjateng.com usai penutupan pelatihan. 

Dia menuturkan, peserta pelatihan PL-2 ini nantinya akan diasah kemampuannya. Sehingga mampu mencapai PL-3 atau pilot ahli yang dapat melayani tandem paralayang. 

Lanjutnya, empat orang dari 20 peserta PL-2 ini nanti akan diikutkan dalam ajang Porprov 2022 mendatang. 

Ketua Harian Pengcab Paralayang Karanganyar, Febrian Kurnia Putra menambahkan, untuk dapat melayani tandem seorang penerbang harus memiliki sertifikat PL-3. Akan tetapi untuk dapat menjadi atlet dan terjun dalam kejuaraan paling tidak harus memiliki sertifikat PL-2. 

Lanjutnya, selama pelatihan paralayang PL-2 tidak ada kendala berarti. Hanya saja perubahan iklim menjelang berakhirnya waktu pelatihan sempat membuat peserta tidak dapat melakukan penerbangan karena faktor cuaca. 

"Mereka sudah saya lepas, bisa take off dan landing sendiri bahkan ketinggian terbang mencapai 1.700 Mdpl. Jam terbang juga.sudah 11 Km. Kalau take off dari Segoro Gunung (Kemuning) bisa (landing) di Delingan atau Karanganyar Kota," ungkapnya. 

Dalam pelatihan PL-2 ini diikuti peserta yang terbilang muda, usai 15-23 tahun. Sehingga karirnya masih panjang dan nantinya bisa melayani tandem setelah menambah jam terbang dan memiliki sertifikat PL-3. 

"Dipersiapkan untuk 2030 bisa jadi master tandem dan membangun Karanganyar bekerja sama dengan Disparpora menjadikan paralayang menjadi icon wisata Karanganyar atau sport tourism," jelasnya. 

Selama ini master tandem di landasan paralayang Segoro Gunung Desa Kemuning kebanyakan berasal dari luar daerah. Hanya ada 3 orang warga Karanganyar yang dapat melayani tandem paralayang. 

Sementara itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengungkapkan, akan ada pendampingan terhadap peserta setelah berakhirnya pelatihan paralayang ini berakhir. Sehingga mereka tidak hanya menjadi pemandu wisata paralayang melainkan juga dapat melayani wisatawan yang ingin tandem. 

"Sehingga saat ada wisatawan bisa tandem. Memang paket liburan itu tandem paralayang. Jadi karena paralayang itu atlet, kita membina supaya prestasinya diakui," pungkasnya. (Ais).

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved