Breaking News:

Berita Semarang

Mengenang Kejayaan SK Atau Sunan Kuning Semarang: Ada 2.700 Transaksi Sebulan

Para psk tersebut berasal dari daerah Wonosobo, Kendal, Demak, Grobogan, Jepara, Magelang, Klaten, psk asal Kota Semarang hanya diangka 10 persen. 

Penulis: iwan Arifianto | Editor: m nur huda
tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas
Para PSK di Sunan Kuning Diajak Pengajian dan Dibekali Keterampilan untuk persiapan kembali ke masyarakat. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sunan Kuning (SK) di Kota Semarang memang sudah ditutup.

Kawasan tersebut kini dipoles menjadi Kawasan Kampung Karaoke Argorejo.

Kejayaan SK kini memang tinggal cerita. 

Terutama perputaran ekonomi di kawasan tersebut saat masih aktif.

Di kawasan SK, rata-rata kunjungan para penjaja seks datang pada pukul 23.00 sampai pukul 03.00

Transaksi permalam 90 orang, atau 2.700 perbulan. 

"Perputaran uang bisa capai Rp 1 miliar permalam, tapi uang tak masuk ke mbak pekerja seks melainkan ke mucikarinya," kata Perwakilan PKBI Semarang, Slamet Riyadi yang diakses Tribunjateng.com melalui kanal Youtube PKBI Jateng, Senin (13/9/2021).

Sejarah singkat SK, kawasan itu mulai diresmikan tahun 1966 melalui  surat keputusan Walikota Semarang ketika itu, Hadi Subeno tepatnya 15 Agustus 1966. 

Pada 1985, saat Walikota berganti  yang dijabat Imam Suparto merencanakan pemindahan lokalisasi SK ke Pudak Payung tetapi gagal. 

Tahun 1998, saat reformasi ada desakan sejumlah masyarakat sehingga SK ditutup berdampak munculnya ciblek atau cilik-cilik betah melek,Istilah untuk para PSK di kala itu di Kawasan Simpang Lima. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved