Breaking News:

Berita Kudus

Meriahkan Hari Jadi Kudus, Dalang Cilik Jadug Wisnu Satata Pentaskan Lakon Gatotkaca Winisuda

Jadug Wisnu Satata tampil menarik dalam mementaskan lakon Gatotkaca Winisuda di Taman Budaya Bae, Selasa (14/9/2021).

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: moh anhar

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Jadug Wisnu Satata tampil menarik dalam mementaskan lakon Gatotkaca Winisuda di Taman Budaya Bae, Selasa (14/9/2021).

Pementasan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan hari jadi ke-472 Kudus.

Butuh waktu selama tiga bulan bagi anak kedua dari pasangan Widarti dan Wahyu Tulus Widodo untuk latihan dalam pementasan kali ini.

Namun jauh sebelumnya dia sudah memiliki dasar dalam memainkan wayang.

"Dulu waktu masih TK pernah mendalang. Meski setelahnya vakum lama," ujar ibunda Jadug, Widarti.

Baca juga: Luhut Bilang Tren Kematian Covid-19 di Kab Tegal Meningkat, Ini Penjelasan Jubir Penanganan Covid-19

Baca juga: Foto Bupati Banyumas Nampang Bareng Menkeu Sri Mulyani Saat Rakernas, Ada Apa?

Baca juga: 266 Kepala Desa Masuk Paguyuban Kades Bahurekso Kendal, Komitmen Soal Sampah Plastik

Keahlian Jadug di usianya yang masih belia ini turun dari ayahnya, Wahyu Tulus Widodo, juga seorang dalang. Tulus juga merupakan pemilik Sanggar Seni Widodo Laras yang saat ini membina lima dalang cilik. Sementara ibunda Jadug sampai saat ini masih setia menggeluti seni karawitan.

Selama pementasan, Jadug yang masih duduk di Kelas 7 SMP 1 Bae itu mampu membawa cerita sampai akhir berdurasi sekitar tiga jam dengan iringan gamelan oleh para pengrawit.

Sebagai seorang yang membimbing Jadug, Wahyu Tulus mula-mula mengajarkan titi laras atau not gamelan. Hal itu menjadi dasar agar dalang mampu memerankan setiap tokoh dalam pementasan wayang kulit.

Sebab, setiap tokoh memiliki ciri khas suara.

Dalam kesempatan hari jadi Kudus ini, dipilihnya lakon Gatotkaca Winisuda dinilai sesuai dengan hajat yang sedang diperingati.

"Karena sesuai dengan hari jadi. Ini berharap bahwa ini Kudus ke depan lebih baik. Lebih maju seperti yang diharapkan pemimpin yang ada di Kudus. Tema wayang itu disesuaikan dengan hari jadi," ujar Kepala Seksi Seni, Tradisi, dan Bahasa (Sentradasa) pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Bambang Widiharto.

Bambang melanjutkan, pihaknya sengaja memilih dalang cilik dalam pementasan wayang yang disiarkan secara langsung melalui chanel Youtube Disbudpar.

Baca juga: Sekolah Dimulai, Gubernur Ganjar Pranowo Minta Laporan Harian Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga: Perpustakaan Unika Terima Anugerah Juara II Stan Pameran Festival Literasi Virtual Kota Semarang

Hal itu bagian dari upaya regenerasi dalang di Kudus. Sejauh ini sudah ada lima dalang cilik yang dibina pihaknya di bawah kendali Sanggar Seni Widodo Laras. (*)

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved