Breaking News:

Fokus

Fokus : Perlunya Ruang Aspirasi

Sejumlah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) ditangkap aparat saat Presiden Joko widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja di Solo

Penulis: rustam aji | Editor: Catur waskito Edy
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
RUSTAM AJI wartawan Tribun Jateng 

Oleh Rustam AJi

Wartawan Tribun Jateng

Sejumlah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) ditangkap aparat saat Presiden Joko widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja di Solo. Musababnya, mahasiswa itu membentangkan poster saat Jokowi hendak memasuki kawasan UNS, Senin (13/9).

"Teman-teman hanya ingin menyambut presiden dan sedikit menyampaikan aspirasi lewat poster. Padahal kata-katanya biasa saja, seperti 'Pak Jokowi tolong benahi KPK', kata-katanya sopan," kata Presiden BEM UNS, Zakky Musthofa, seperti dikutip sejumlah media.

Sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi saat Jokowi melakukan kunjungan ke Blitar, Jawa Timur, Selasa (7/9). Seorang pria yang berprofesi sebagai petani diamankan ketika mobil Jokowi bergerak menuju Makam Bung Karno karena membawa poster bertuliskan 'Pak Jokowi bantu peternak beli jagung dengan harga wajar'.

Di sisi lain, Stafsus Mensesneg, Faldo Maldini, menegaskan Jokowi tak pernah tersinggung dengan kritik mahasiswa. Dia menyebut kritik menjadi pertimbangan pemerintah dalam menentukan kebijakan.

"Harusnya biasa saja, Presiden tidak akan pernah merasa tersinggung atau baper sama kritik mahasiswa. Pasti aspirasi tersebut menjadi pertimbangan dan bahan pemikiran bagi pemerintah. Ini negara demokrasi," kata Faldo, dikutip sejumlah media online.

Menarik apa yang disampaikan Faldo, kalau memang begitu kenyataannya. Tapi kadang fakta di lapangan berkata lain. Seperti halnya kritik yang disampaikan lewat mural oleh sejumlah seniman mural.

Fakta di lapangan, meski Presiden Jokowi sendiri mengaku tak alergi dengan kritikan, namun kenyataan banyak mural berbau kritik terhadap pemerintah yang dihapus oleh aparat kepolisian maupun Satpol PP. Bahkan, tak berhenti di situ, ada pula pembuatnya jadi bidikan aparat. Karena dianggap menghina lambang negara.

Bila mencermati sikap kritis masyarakat atau mahasiswa terhadap pemerintah, yang selalu ditujukan langsung ke Presiden Jokowi, barangkali ada baiknya flashback ke belakang bahwa itu sebagai akibat dari sikap Presiden juga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved