Virus Corona
WHO Pantau Penyebaran Virus Corona Asal Indonesia, Jenis Ini Menimbulkan Risiko di Masa Depan
Virus corona varian B1.466.2 asal Indonesia menjadi satu mutasi yang dipantau ketat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Makanya, bahwa ada potensi varian yang lebih hebat dari Delta itu ada. Dan itu masalah waktu kalau masuk Indonesia, dan untuk itu kita harus siap-siap," ujarnya.
Adapun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, pemerintah tengah mengamati tiga varian baru covid-19 agar tidak masuk ke wilayah Indonesia.
"Sebagai antisipasi, ada tiga varian baru yang kami amati dari dekat. Pertama adalah varian Lambda, kedua varian MU, dan yang ketiga adalah varian C.1.2," jelasnya, dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Senin (13/9).
Budi menyebut, varian Lambda dan Mu yang keduanya ditemukan di Amerika Selatan itu telah dimasukkan kategori VoI oleh WHO. Varian Lambda telah menyebar di 42 negara, sedangkan penyebaran varian Mu lebih cepat, yakni di 49 negara.
"Kedua varian ini memiliki kemampuan untuk menghindari sistem imunitas atau sistem kekebalan dari tubuh kita, sehingga efektivitas dari vaksin yang diberikan akan menurun terhadap kedua varian ini," tuturnya.
Sementara itu, varian C.1.2 merupakan varian terbaru yang ditemukan di Afrika Selatan, dan disebut telah mengkhawatirkan banyak ilmuwan. "Karena varian ini mutasinya banyak sekali yang sama seperti yang lainnya, juga mereka dilihat bisa menghindari sistem kerja imunitas kita yang sudah terbentuk berdasarkan varian-varian sebelumnya," paparnya. (CNNIndonesia.com/Kompas.com)
Baca juga: Pertamina Hadirkan 13 Green Energy Station di Jateng-DIY
Baca juga: Pesawat Rimbun Air PK OTW Hilang Kontak 7 Menit Setelah Komunikasi, Ini Identitas 3 Kru
Baca juga: Mencegah Penuaan Dini hingga Mengobati Asma, Berikut 7 Manfaat Jahe Emprit
Baca juga: Tak Gantikan Uang Kartal, Bank Indonesia Terus Lakukan Riset Penerbitan Rupiah Digital
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/covid-19-di-china-naik-lagi.jpg)