Berita Semarang
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Ingin Kota Lama Masuk Kalender Even Internasional
Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang kembali menggelar Festival Kota Lama Semarang 2021.
Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang kembali menggelar Festival Kota Lama Semarang 2021.
Festival tersebut merupakan even ke-10 sejak pertama kali digelar pada 2012.
Berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, gelaran festival menyuguhkan beragam kegiatan sejak dimulainya festival sampai 26 September mendatang.
Hadir secara virtual dalam pembukaan festival Kota Lama Semarang yaitu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menuturkan, banyak PR yang harus dilakukan untuk menghidupkan Kota Lama Semarang ini. Tidak cukup dengan sekali even saja, namun butuh beragam ide banyak orang agar Kota Lama kembali bangkit.
"Meski begitu saya bersyukur festival bisa digelar meski secara daring. Saya berharap teman-teman tidak merasa puas dengan acara ini. Itu karena tensi besar kawasan ini. Jangankan kota lama, melihat satu gedung saja imajinasi sudah kemana-mana," ujarnya, dalam pembukaan Festival Kota Lama Semarang secara virtual, Kamis (16/9/2021).
Ganjar mendorong siapapun yang mempunyai ide untuk membangkitkan dan mempromosikan kawasan Kota Lama Semarang agar direalisasikan. Jangan sampai imajinasi atau ide tersebut berhenti di angan-angan saja.
"Saya sering berangan-angan, kota lama memiliki satu kalender even yang dinanti minimal masyarakat berbagai daerah di seluruh tanah air, syukur-syukur kalender even internasional," tandasnya.
Ketua Panitia Festival, Agus Sunaryo mengungkapkan, beragam kegiatan akan meramaikan festival yang berlangsung 10 hari itu.
Di antaranya sarasehan refleksi dan regenerasi, pameran inovasi dan produk unggulan UMKM Jawa Tengah, webinar, wisata virtual, dan lainnya.
"Mengingat masih pandemi Covid-19, pelaksanaan rangkaian kegiatan festival dilakukan daring dan luring. Kegiatan yang dilakukan secara hybrid, tetap menerapkan protokol kesehatan dengan pembatasan peserta atau pengunjung," katanya.
Ia menjelaskan, tujuan digelarnya festival Kota Lama Semarang untuk melestarikan Kota Lama yang merupakan cagar budaya atau heritage peninggalan zaman Belanda.
Melalui festival tersebut, ia juga ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang sejarah maupun tentang heritage itu sendiri.
"Kami ingin mendorong masyarakat untuk terlibat dalam pelestarian Kota Lama dengan mengeksplor sejarah dan budaya yang ada di kawasan tersebut," jelasnya.
Tak hanya itu saja, lebih lanjut ia mengatakan, dengan festival yang digelar tahunan itu, diharapkan dapat mendorong Kota Lama Semarang sebagai destinasi wisata berkelas internasional. Dengan begitu akan memberikan banyak dampak di antaranya pada sektor perdagangan dan investasi.
Sementara itu, Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, era pandemi sudah berlangsung lebih dari 1,5 tahun dan belum berakhir sampai saat ini. Pandemi membawa dampak pada seluruh sektor tak terkecuali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk dalam hal penyelenggaraan kegiatan atau even.
"Padahal, sejatinya kegiatan atau even itu momentum yang dinanti seluruh masyarakat karena dapat menciptakan kesenangan, keterikatan, pengalaman, serta pemberdayaan dan membuka lapangan kerja yang seluas-luasnya," katanya.
Saat ini, katanya, Kemenparekraf terus melakukan langkah-langkah mitigasi untuk membangkitkan perekonomian Indonesia. Salah satu strategi yang dilakukan yaitu dengan mengimplementasi strategi adaptasi, inovasi dan kolaborasi untuk menyesuaikan penyelenggaraan kegiatan even dengan tatanan kenormalan baru atau new normal.
"Tahun ini, Festival Kota Lama Semarang kembali hadir di tengah masyarakat. Saya berharap festival ini dapat mengajak masyarakat luas untuk melestarikan dan mempromosikan kota Lama Semarang sebagai kawasan cagar budaya, menjadi kawasan wisata internasional," harapnya.
Menurut Sandiaga, Festival Kota Lama Semarang hadir sebagai lorong waktu yang mengingatkan semua akan keanekaragaman dan budaya khas kota Semarang yang telah terakulturasi dan mengakar hingga sekarang ini.
Keanekaragaman budaya tersebut terlihat dari berbagai kecantikan bangunan di Kota Lama yang menjadi cerita sejarah, seni tari, kuliner dan masih banyak lainnya.
"Saya mendukung festival ini sebagai bentuk sinergi jangka panjang untuk memperkenalkan dan mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya Kota Lama Semarang sebagai daya tarik ke tingkat dunia internasional untuk memperkuat branding pariwisata Indonesia," tandasnya. (*)