Minggu, 19 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

KKN IAIN Kudus

KKN-IK IAIN Kudus Perkuat Moderasi Beragama Melalui Tayangan Film

Moderasi beragama adalah sebuah cara pandang terkait proses memahami dan mengamalkan ajaran agama agar dalam pelaksanaannya selalu dalam jalur moderat

Editor: abduh imanulhaq
KKN IAIN KUDUS
Sosialisasi Tim KKN-IK IAIN Kudus Desa Ngembalrejo dilaksanakan di MA Darul Ulum 

TRIBUNJATENG.,COM KUDUS - Tim KKN-IK IAIN Kudus Desa Ngembalrejo mengadakan sosialisasi penguatan nilai-nilai moderasi beragama melalui film Tepang Kajat bagi anak-anak milenial.

Acara ini dilaksanakan di MA Darul Ulum diikuti siswa-siswi kelas X .

Moderasi beragama adalah cara pandang terkait proses memahami dan mengamalkan ajaran agama agar dalam pelaksanaannya selalu dalam jalur yang moderat.

Moderat di sini yang dimaksud adalah tidak berlebih-lebihan.

Dalam sosialisasi, mahasiswa KKN-IK IAIN Kudus Ngembalrejo 01 menampilkan film “Tepang Kajat” sebagai bahan edukasi tentang moderasi beragama.

Tepang kajat dalam istilah bahasa Jawa adalah menerima jawaban dari harapan atau keinginan seseorang.

Dalam tradisi Jawa, tepang kajat merupakan suatu acara yang mengungkapkan rasa syukur atas terkabulnya hajat seseorang.

Anggota KKN Desa Ngembalrejo Nadiah Husnul Khotimah menjadi pemateri dalam acara pemutaran film ini.

Husnul menjelaskan film pendek ini mengisahkan kehidupan sederhana di satu RT.

Pak Andreas merupakan salah satu warga beragama Katholik yang mengundang tetangga untuk menghadiri hajatan dalam rangka syukuran putrinya bernama Emy yang telah diterima kerja.

Kordes KKN IK Haidar Alwi Shihab menyampaikan, moderasi yang disampaikan adalah membahas tentang toleransi beragama di suatu RT yang masyarakatnya memiliki keberagaman agama namun mempunyai sikap cuek terhadap masyarakat sekitar.

Sikap tersebut ditonjolkan Alek sebagai tokoh utama, yang hanya peduli terhadap dunia mudanya sendiri tanpa mau tahu tetangga sekitarnya.

"Indikator moderasi beragama ada beberapa macam kita ambil yang tasamuh ( toleransi/ toleran)," jelasnya.

Tujuan dari kegiatan bedah film ini untuk memberikan gambaran pada kaum millenial khususnya pada anak kelas 10 bahwa dalam kehidupan bermasyarakat kita tidak boleh bersikap acuh tak acuh terhadap lingkungan masyarakat.

Dr. H Masrukhin S.Ag.,M.Pd selaku DPL sangat mengapresiasi kegiatan ini.

Menurutnya, penyampaian pesan melalui film bagi anak-anak akan lebih mudah terutama bertujuan untuk memberikan wacana-wacana moderat.

"Kegiatan ini diharapkan menjadi role model pembelajaran dalam kerangka moderasi beragama di Kabupaten Kudus," tandasnya. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved