Berita Sragen
Dua Atlet PON Jateng Asal Sragen yang Maju ke PON XX Papua Ini Vita-citanya Jadi ASN
Dua Srikandi Sragen Fauziyyah Rahma Prastista (19) dan Yufita Bunga Arofani (20) akan wakili Jawa Tengah di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Dua Srikandi Sragen Fauziyyah Rahma Prastista (19) dan Yufita Bunga Arofani (20) akan wakili Jawa Tengah di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua.
Fauziyyah atau kerap disapa Iffah merupakan atlet dari cabang olahraga renang, sementara Yufita atau akrab disapa Fabi atlet dari cabang olahraga bola voli.
Meski memiliki segudang prestasi di masing-masing bidangnya, keduanya ternyata tidak bercita-cita menjadi atlet profesional, melainkan menjadi PNS.
Bahkan Fani sempat meminta kepada Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati ketika berpamitan kemarin, agar menjadikan PNS setelah lulus kuliah nanti.
Begitupun Iffah, mahasiswa semester tiga jurusan Demografi dan Pencatatan Sipil UNS ini ingin menjadi PNS atau karyawan di BUMN.
Iffah yang merupakan warga Taman Sari, RT 37, Karangmalang Sragen ini mengatakan berenang hanya menjadi hobinya saja, bukan untuk menjadi pekerjaan.
Kecintaannya terhadap renang sejak TK ini padahal telah membawanya memperoleh segudang prestasi. Terakhir dirinya raih dua emas dan dua perunggu di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XV 2019 yang diselenggarakan di Jakarta.
Iffah mendapatkan dua emas di cabang olahraga renang kategori limit dengan jarak 50 meter dan 100 meter. Sementara dua perak dikategori 50 meter gaya kupu dan 4x100 meter estafet gaya bebas.
Dari club perisai Sukowati Sragen lah dirinya digembleng selama ini. Lulusan SMA Negeri 2 Sragen ini pernah mendapatkan catatan terbaik di nomor 100 bebas dengan kecepatan 58,78.
PON XX di Papua ini menjadi PON keduanya setelah PON pertama di Bandung pada 2016, pada ajang itu dirinya mendapatkan medali perunggu. Di PON Papua ini dirinya optimis mendapatkan emas.
Selama mengikuti pelatihan di Semarang, Iffah mengaku tidak ada kesulitan yang berarti. Hanya saja jadwal latihan sering bentrok dengan jadwal dirinya mengikuti kuliah daring.
"Kalau kesulitan waktu latihan ini sih engga ada ya. Hanya saja jadwal latihan bentrok sama jadwal kuliah," keluh Iffah kepada Tribunjateng.com, Jumat (17/9/2021).
Pada PON papua ini, Iffah mengaku akan maju pada nomor estafet bersama tiga rekannya dan nomor pribadi bisa. Dirinya meminta doa kepada seluruhnya agar mendapatkan hasil yang terbaik.
Sementara itu cerita Fani atlet bola voli juga sama dengan Iffah, bola voli hanyalah menjadi hobinya semata. Dirinya bercita-cita kelak menjadi PNS.
Berbeda dengan Iffah, Fani warga Mojokulo, Sragen Kulon, Sragen itu baru mengawali karir bola volinya ketika duduk di bangku SMP kelas VIII.
Sejak saat itu, Fani yang masuk di club Kyai Mojo Sragen itu mulai menekuni hobinya berolahraga itu. Fani mengaku bakatnya turun dari kedua orang tuanya.
Kedua orang tuanya juga hobi bermain bola voli, hingga akhirnya dirinya juga mulai menekuni hobinya itu. Mahasiswa semester tiga Unisri Solo optimis akan mendapatkan hasil terbaik di PON Papua.
Sebelumnya Fani telah mengikuti seleksi ketat dan akhirnya terpilih dan mengikuti camp di Semarang sejak 17 Mei lalu.
Dalam pelatihan, dirinya juga mengaku tidak ada kesusahan. Dirinya mengaku pemenuhan gizi dan jadwal latihan sangat diatur dengan baik.
Ketika ditanyai musuh terberat, Fani menjawab club dari Jawa Barat menjadi musuh terberat. Menurutnya dikarenakan seluruh tim dari Jabar merupakan anggota Timnas. (uti)
Baca juga: Sinopsis Empire State Bioskop Trans TV Pukul 19.30 WIB Kisah Nyata Perampokan Sadis
Baca juga: Kunci Jawaban Tema 3 Kelas 5 Halaman 58 59 60 61 62 63 Subtema 2 Pembelajaran 3 Makanan Sehat
Baca juga: Jadwal Samsat Keliling di Pati Hari Ini, Jumat 17 September 2021