Breaking News:

Berita Kudus

17 Perusahaan Rokok Sudah Mengantre Masuk KIHT Kudus

Ka‎wasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Kabupaten Kudus tinggi peminat. Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC).

Penulis: raka f pujangga | Editor: rival al manaf
Diskominfo Kudus
Bupati Kudus, HM Hartopo meninjau KIHT beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Ka‎wasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) di Kabupaten Kudus tinggi peminat.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kabupaten Kudus, Gatot Sugeng Wibowo mengatakan jumlah perusahaan rokok (PR) yang mengantre sebanyak 17 perusahaan.

Tingginya minat perusahaan golongan III untuk menyewa satu blok kawasan tersebut karena tarifnya murah.

"Peminatnya banyak, karena sewanya murah. Yang mengantre ‎sudah ada 17 perusahaan," ujar dia.

Rencananya, kawasan tersebut akan diperluas karena saat ini hanya menampung sebanyak 11 perusahaan.

Namun masih terkendala pembebasan lahan karena status lahan yang dipakai saat ini pun masih bertatus milik pemerintah desa.

"Rencananya mau ada perluasan lahan di kawasan itu," ujarnya.

Adapun luasannya setiap bloknya , rencana akan dibuat 200 meter persegi atau separuh dari jumlah luas yang ada saat ‎400 meter persegi.

Sehingga jumlah perusahaan yang masuk ke kawasan tersebut bisa lebih banyak.

‎Kemudian fasilitas mesin Sigaret Kretek Mesin (SKM) juga akan dilengkapi sehingga perusahaan kecil tidak hanya memproduksi Sigaret Kretek Mesin (SKM).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved