Breaking News:

Berita Sragen

Cerita Mistis, Ambil Secuil Kayu dan Batu di Goa Mangkubumi Sragen Pengambil Bisa Sakit

Kabupaten Sragen tak lepas dari jejak Pangeran Mangkubumi, ketika melakukan kekejian penjajahan Belanda.

Editor: galih permadi
TribunSolo.com/Septiana Ayu
Kawasan sebidang tanah di Sragen yang diduga merupakan kuburan 21 orang pengikut Pangeran Mangkubumi di Dukuh Gebangkota, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Rabu (22/9/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Kabupaten Sragen tak lepas dari jejak Pangeran Mangkubumi, ketika melakukan kekejian penjajahan Belanda.

Bahkan, Pangeran Mangkubumi rela keluar dari Keraton Surakarta karena tidak sepemikiran dengan sang kakak, Raja Pakubuwana II yang berpihak kepada Belanda.

Dalam pelariannya, Pangeran Mangkubumi pernah bersembunyi di Desa Gebang, Kecamatan Masaran yang hanya sejauh sekitar 30 kilometer.

Tepatnya, disebuah ruangan, di bawah pohon beringin ditepi Sungai Mungkung, yang lebih mirip seperti gua.

Perangkat Desa Gebang, Jumali mengatakan disekitar gua juga ditemukan puluhan makam, yang diduga merupakan makam pengikut Pangeran Mangkubumi dan keluarganya.

"Lokasinya diseberang gua itu, kalau dilihat sekilas hanya tanah datar biasa, tapi disitu ada batu-batu yang menandakan adanya makam, yang diduga merupakan pengikut Pangeran Mangkubumi," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (22/9/2021).

Berdasarkan jumlah gundukan batu, terdapat 21 jasad yang dikubur di tanah tersebut.

Selain itu, juga ada batu berdiameter 1 meter, dimana menurut cerita warga, batu itu tidak bisa dipindahkan.

Awalnya, warga yang akan memperbaiki jalan, akan memindahkan batu tersebut.

Berbagai upaya dilakukan, dengan memukul batu hingga memindahkannya dengan eksavakator, namun tak bisa dipindahkan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved