Kamis, 9 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kesehatan

Berkaca Dari Pendarahan Otak Tukul Arwana, Begini Cara Bedakan Sakit Kepala Berbahaya

Berkaca dari peristiwa yang dialami komedia Tukul Arwana, bagaimana cara membedakan sakit kepala biasa dengan sakit kepala yang berbahaya?

Editor: rival al manaf
Net
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Berkaca dari peristiwa yang dialami komedia Tukul Arwana, bagaimana cara membedakan sakit kepala biasa dengan sakit kepala yang berbahaya?

Seperti diberitakan sebelumnya, Tukul Arwana dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pendarahan di otak.

Ia disebut sempat mengalami pusing yang tak biasa sebelum dibawa ke rumah sakit.

Baca juga: Kamis Pagi, Kerabat Tukul Arwana di Semarang Tahu jika Komedian Itu Dilarikan ke Rumah Sakit

Baca juga: Tukul Arwana Dikabarkan Meninggal Dunia, Cek Faktanya

Baca juga: Tukul Arwana Jalani Operasi Selama 3 Jam, Manajer Ungkap Kondisi Terkini

"Sebelum maghrib (dibawa ke rumah sakit). Kelihatannya pusing pusing, yaudah dibawa ke dokter," kata Jaka, penjaga rumah Tukul Arwana dikutip dari kanal YouTube MOP Channel, Kamis (23/9/2021).

Lantas, pusing seperti apa yang bisa menjadi tanda bahaya?

Dilansir dari MedlinePlus, sakit kepala adalah rasa sakit atau ketidaknyamanan di kepala, kulit kepala, atau leher.

Jenis sakit kepala yang umum termasuk sakit kepala tegang, migrain, sakit kepala sinus, dan sakit kepala yang dimulai di leher Anda.

Anda mungkin mengalami sakit kepala ringan karena pilek, flu, atau penyakit virus lain yang disertai demam rendah.

Penelitian menunjukkan, sakit kepala yang umum seperti ini tidak berbahaya atau tidak mengancam nyawa.

Tanda pusing yang berbahaya

Namun perlu diketahui, ada beberapa sakit kepala atau pusing yang menjadi tanda dari masalah yang lebih serius dan memerlukan perhatian medis segera.

Masalah dengan pembuluh darah dan pendarahan di otak dapat menyebabkan sakit kepala.

Masalah-masalah ini meliputi:

Hubungan abnormal antara arteri dan vena di otak yang biasanya terbentuk sebelum lahir.

Masalah ini disebut malformasi arteriovenosa, atau AVM.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved