OPINI

OPINI : Mendukung Jaminan UU Pokok Agraria 

HARI INI tanggal 24 September, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) genap berusia 61 tahun

bram
M Issamsudin 

Oleh M. Issamsudin, SH, SSos, MH

ASN Pemkot Semarang

HARI INI tanggal 24 September, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) genap berusia 61 tahun diberlakukan di negeri tercinta dengan berbagai tantangannya.

Termasuk tantangan saat ada yang berusaha mensiasati berbagai celah UUPA dengan unsur melawan hukumnya seperti banyak terjadi dan diberitakan selama ini.
Nilai Tanah

Sebagai barang, tanah bukan sekedar memiliki nilai ekonomi, tetapi terkait dengan harga diri. Itu sebabnya UUPA secara tegas menjamin dan melindungi hak-hak atas tanah, serta menetapkan kalau penguasaan suatu hak atas tanah, harus sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Demikian halnya untuk pengalihannya. Tidak bisa sembarangan. Hanya saja, adanya celah di dalam UUPA dan aturan terkaitnya, munculah kemudian banyak masalah di bidang pertanahan. Kalau pun pemerintah telah dan akan terus berusaha mengatasi masalah di bidang pertanahan dengan membuat berbagai regulasi dan kebijakan yang pro UUPA, itu patut disyukuri.

Setidaknya untuk mendukung terwujudnya jaminan dan perlindungan UUPA terhadap pemegang hak atas tanah.

Secara khusus juga untuk membantu mengatasi dan menekan terjadinya masalah di bidang pertanahan dengan berbagai faktornya. Di antaranya factor masih banyak pihak, terutama warga masyarakat yang tidak tahu, atau abai terhadap hak-haknya dan aturan terkait dengan pertanahan. Kondisi demikian terkadang diperkeruh dengan ikut bermainnya mafia tanah melalui berbagai modus dan jaringannya.

Akibatnya, penyelesaian masalah di bidang pertanahan banyak yang berlarut-larut, tidak segera dituntaskan dan banyak menghabiskan energi anak bangsa. Bahkan masalah tanah yang sebenarnya sudah sangat terang benderang wujud dan jelas unsur pidananya pun, ada yang tidak juga segera dituntaskan dengan alasan yang terkesan mengada-ada.

Terkesan sekali kalau di era 61 tahun UUPA masih ada banyak anak bangsa yang terciderai rasa keadilannya. Bahkan menjadi pesakitan saat masalah tanah yang dihadapinya ada yang menjungkirbalikkan kebenarannya.

Itu sebabnya, sangat tepat bila soal jaminan dan perlindungan yang diberikan UUPA di bidang pertanahan, harus diaktualisasikan dan ditegaskan untuk diterapkan dengan jabaran logika yang bersemangatkan seruan hati nurani.

Komitmen

Negara melalui segenap aparatur dan pihak-pihak terkaitnya harus melakukan hal itu sesuai yang diamanahkan dalam UUPA. Dibutuhkan adanya komitmen dan keseriusan untuk selalu memihak pada kebenaran dan keadilaan sesuai tuntunan Tuhan. Terlebih saat mengetahui dan harus menangani masalah pertanahan.

Berikan layanan yang terbaik, cepat dan tidak berlarut-larut. Jangan ada upaya untuk mensiasati dengan unsur negatifnya saat menangani masalah pertanahan atau keberadaan tanah-tanah tertentu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved