Breaking News:

Berita Semarang

Pengundian Lapak Pasar Johar Semarang Dinilai Sudah Transparan, DPRD Minta Tetap Perlu Evaluasi

DPRD Kota Semarang menilai pengundian lapak Pasar Johar sudah dilakukan secara transparan oleh Pemerintah Kota Semarang.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Petugas Keamanan Pasar Johar Semarang, Handoyo sedang memerikisa sejumlah los yang ada di bagian tengah dan utara meliputi kebersihan, pengecekan lapak pedagang dan persediaan air bersih di los daging, Senin (20/9/21). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - DPRD Kota Semarang menilai pengundian lapak Pasar Johar sudah dilakukan secara transparan oleh Pemerintah Kota Semarang.

Di tengah pandemi Covid-19, Pemkot melibatkan perwakilan pedagang untuk menyaksikan secara langsung dan menyiarkan secara live streaming agar bisa disaksikan oleh seluruh pedagang.

"Saya rasa pengundian sudah dilakukan secara transparan, terbuka," jelas Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Susilo, Jumat (24/9/2021).

Baca juga: Komplotan Alas Roban Spesialis Bobol Minimarket Tertangkap, Sembilan Bulan Gasak 13 Brangkas

Baca juga: Fokus : Branding Pasar Johar

Baca juga: Pemkot Semarang Undi Lapak Pasar Johar, Besok Pedagang Sudah Boleh Langsung Menempati

Baca juga: Blak-blakan Polisi Kenapa Pembunuh Tuti dan Amalia di Subang Belum Ditangkap, Satu Alasan Saja

Joko pun turut hadir menyaksikan pengundian lapak Pasar Johar di Balai Kota Semarang.

Menurutnya, pedagang mengikuti dan menurut langkah yang diambil pemkot.

Namun, undian yang dilakukan pemkot tetap perlu dilakukan evaluasi untuk membenahi kekurangan-kekurangannya.

"Setiap ada penataan, pasti ada evaluasi. Setelah pembagian lapak ini, bukan berarti sudah sreg, tapi nanti ada evaluasi yang bisa menambah kebaikan pengaturan pedagang," jelas Joko.

Dia meminta, Dinas Perdagangan tetap mendampingi para pedagang dalam proses pemindahan.

Apabila setelah pengundian ini ada gejolak yang timbul, Dinas Perdagangan harus bisa memikirkan langkah agar pedagang dan pemerintah bisa singkron.

Baca juga: Polres Sukoharjo Selesaikan Kasus Perusakan Makam di Polokarto dengan Cara Restorative Justice

Baca juga: Terungkap, untuk Menghabisi Anak Tirinya, Mamah Muda di Indramayu Cuma Janjikan Ini ke Algojo

"Pedagang ada evaluasi, pemerintah juga ada evaluasi. Menurut dinas sudah baik, tapi kok masih ada gejolak, ini perlu evaluasi. Mudah-mudahan tidak ada gejolak," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved