Fokus
Fokus : Manusia Silver
Sejatinya warna silver atau perak bermakna baik. Silver melambangkan harta, kekayaan, glamor, canggih, harmonis.
Penulis: sujarwo | Editor: Catur waskito Edy
Oleh Sujarwo
Wartawan Tribun Jateng
Sejatinya warna silver atau perak bermakna baik. Silver melambangkan harta, kekayaan, glamor, canggih, harmonis. Pantas saja pabrikan mobil ternama, seperti Lexus, Infinity, Peugeot, Mercedes Benz, lebih dominan menggunakan warna silver untuk produknya.
Makna baik lainnya, pria dan wanita berambut perak dianggap anggun, cerdas dan bijaksana. Di Amerika Utara, AS dan Kanada, perak digunakan untuk menggambarkan hal-hal yang ramping, maskulin dan modern.
Karena itu, warna perak selalu digunakan dalam bodi mobil, produk dan peralatan pria. Salah satu negara bagian Amerika, Nevada, memiliki warna resmi perak sehingga disebut sebagai Negara Perak.
Itu semua tentang silver di dunia yang indah, mapan, terang benderang. Ada silver dalam dunia kelabu, pilu. Ramai disebut “manusia silver”.
Kisah pilu manusia silver kini lagi viral, menyita banyak perhatian. Mereka ada di berbagai penjuru kota, menggunakan racikan cat yang serupa, silver, di sekujur tubuhnya.
Mereka mengedarkan kotak kardus kecil ke pengendara mobil atau motor, meminta uang. Manusia silver ini bisa tahan di jalan dari pagi sampai malam.
Di Tangerang Selatan bikin Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi prihatin. Ia menyoroti adanya kasus bayi 10 bulan yang dicat warna silver dan diajak mengemis oleh sepasang suami istri di kawasan Pamulang.
Seto lantas mengingatkan Pemkot Tangsel untuk tidak membiarkan terjadinya eksploitasi anak. "Tangsel kota layak anak, mohon jangan sampai itu mencederai predikat kota layak anak," ujar Seto saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/9/2021).
Lain cerita di Semarang. Salah satu manusia silver itu ternyata pensiunan polisi. Diketahui kemudian bernama Agus Dartono (61). Ia terjaring razia petugas Satpol PP saat mengemis di perempatan Jalan Arteri Yos Sudarso, Semarang Barat
"Agus Dartono adalah pensiunan Polri yang di-sweeping oleh Satpol PP di daerah Marina, hari Jumat kemarin karena mengemis menjadi manusia silver," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol M Iqbal Alqudusy kepada pers, Minggu (26/9/2021).
Sewaktu masih aktif, Agus terakhir berdinas di Poslantas Tembalang, Semarang. Pangkat terakhirnya adalah Ajun Inspektur Dua (Aipda). "Alasan Agus mengamen menjadi manusia silver dikarenakan faktor ekonomi. Karena malu meminta bantuan kerabat atau rekan, akhirnya dia nekat menjadi manusia silver," ungkapnya.
Agus akhirnya mendapat perhatian Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi. Kapolda memberikan sejumlah bantuan berupa uang tunai dan sembako untuknya. Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar pun memberi bantuan dan, bahkan, menjanjikan pekerjaan kepada Agus.
Bukan hanya Agus, manusia silver lain memang layak jadi perhatian semua pihak. Utamanya agar tak mengemis lagi, jadi manusia biasa lagi, dan bekerja sesuai kemampuannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sujarwo-atau-pak-jarwo-wartawan-tribun-jateng_20171010_071937.jpg)