PTM Kampus

Alasan Kenapa Kampus Didorong Gelar Kuliah Tatap Muka

Pemerintah meminta perguruan tinggi di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3 segera menggelar perkuliahan tatap muka te

TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Suasana perkuliahan tatap muka 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Pemerintah meminta perguruan tinggi di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3 segera menggelar perkuliahan tatap muka terbatas.

 Hal ini menyusul membaiknya situasi pandemi virus corona di Indonesia dan pentingnya kegiatan belajar mengajar dilakukan secara tatap muka.

"Pemerintah mendorong institusi perguruan tinggi di wilayah PPKM level 1 sampai dengan 3 untuk memulai pertemuan tatap muka terbatas," kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers daring, Selasa (28/9).

"Demi menekan risiko learning loss dan menjaga kualitas pembelajaran mahasiswa," kata dia. 
Wiku mengatakan, ketentuan tentang kuliah tatap muka telah diatur dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (SE Dirjen Dikti Kemendikbud Ristek) Nomor 4 Tahun 2021. SE yang terbit pada 13 September 2021 itu memuat aturan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka tahun akademik 2021/2022.

Beberapa ketentuan yang dimuat dalam SE tersebut misalnya, kampus diminta menyediakan sarana sanitasi, mengurangi tempat berkumpul tertutup dan yang menimbulkan kerumunan Kedua, semua pengajar, peserta didik, dan individu lain yang berada di lingkungan kampus diwajibkan mengenakan masker dan menjaga jarak.

"Yang ketiga, kapasitas maksimal kelas untuk setiap sesi belajar mengajar adalah 50 persen," ujar Wiku. 

Selain itu, demi menjaga kelancaran dan keamanan proses belajar mengajar, pemerintah mendorong perguruan tinggi membentuk Satgas Covid-19 yang salah satu tugasnya mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan di kampus.

Satgas perguruan tinggi juga diharapkan dapat menerbitkan pedoman aktivitas kampus serta menyediakan ruang isolasi sementara dan tindakan kedaruratan bagi civitas akademika kampus.

Selain itu, memastikan mahasiswa dari luar daerah dalam keadaan sehat dan telah melakukan karantina mandiri selama 14 hari atau tes swab sebelum mengikuti perkuliahan tatap muka.

"Jika mendapati kasus positif di kampus maka pemimpin perguruan tinggi harus menghentikan sementara aktivitas pembelajaran tatap muka di area terkonfirmasi," kata Wiku.

Deteksi Covid-19 Terkait PTM

Sementara itu, Kementerian Kesehatan akan melakukan deteksi Covid-19 secara aktif terkait aktivitas pembelajaran tatap muka terbatas. Deteksi dilakukan dengan memperkuat pemeriksaan (testing), pelacakan kontak erat (tracing) dan perawatan (treatment) atau 3T. 

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan, upaya tersebut dilakukan agar pelaksanaan belajar tatap muka terbatas lebih aman.

"Kita konsentrasi dua strategi yang sifatnya dari hulu, strategi protokol kesehatan, dan deteksi atau 3T. Kita ingin melakukan strategi surveilans atau 3T, khusus untuk aktivitas belajar mengajar," kata Budi, dalam konferensi pers secara virtual melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (27/9). 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved