PTM Kampus
Alasan Kenapa Kampus Didorong Gelar Kuliah Tatap Muka
Pemerintah meminta perguruan tinggi di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1-3 segera menggelar perkuliahan tatap muka te
"Kita yang aktif mencari (kasus Covid-19) bukan kita yang menunggu, kalau ada yang panas, atau bergejala, kita yang aktif keluar mengejar bolanya, jadi ini namanya strategi surveilans, active case finding," ujarnya.
Budi mengatakan, penelusuran kasus secara aktif dilakukan di tingkat kabupaten/kota dengan jumlah sekolah yang melaksanakan PTM. Kemudian, dari sejumlah sekolah di kabupaten/kota tersebut diambil sampling per kecamatan.
"Per kecamatan itu harus dimonitor dengan ketat dari sisi surveilans, lalu kita ambil 30 siswa dan 30 pengajar per sekolah itu semuanya di-swab PCR dengan metode full testing, jadi kita ambil beberapa tesnya sekali jalan," ucapnya.
Menurut Budi, hasil surveilans akan digunakan untuk menentukan kelanjutan pembelajaran tatap muka. Ia mengatakan, jika terdapat sekolah yang memiliki kasus positif Covid-19, namun positivity rate di daerah tersebut di bawah 1 persen, maka kontak erat akan dikarantina dan sekolah tetap bisa berjalan.
"Tapi kalau di atas 5 persen (positivity rate), kita tes seluruh sekolah karena ada kemungkinan ini menyebarkan sekolahnya, kita ubah dulu menjadi belajar online, ditutup dulu selama 14 hari dan kita rapikan protokol kesehatan. Setelah 14 hari masuk lagi," ucap Budi. (kompas.com)
Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC Vs Persik Kediri, Macan Putih Tak Diperkuat Dionatan Machado
Baca juga: Hadiri Pelantikan Pengurus Baru Kadin Kabupaten Tegal, Bupati Umi: Semoga Jadi Rumah Tumbuh Bersama
Baca juga: Angka Kematian penyakit Jantung Lebih Tinggi Ketimbang Covid, Dokter Spesialis Beberkan Penyebabnya
Baca juga: Jumlah Manusia Silver Meningkat di Jalanan Semarang, Satpol PP Tak Tebang Pilih Saat Razia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/suasana-perkuliahan-tatap-muka-di-upgris1.jpg)