Breaking News:

Berita Boyolali

Misteri Lokasi Eksekusi Pimpinan PKI DN Aidit, Disebut di Kawasan Simpang Lima Boyolali

Sedianya Yasir hendak membawa Aidit Semarang. Namun menurut literasi, bahwa Yasir mengambil inisiatif untuk menyelesaikan Aidit di Boyolali

Editor: m nur huda
Facebook/Arist Wida
Patung Kuda Arjuna Wijaya Boyolali. 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Peristiwa pemberangusan pimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI) serta simpatisannya menjadi catatan sejarah kelam bangsa Indonesia.

Sejarah tersebut tak lepas dari Pimpinan PKI, DN Aidit, yang disebut dieksekusi di Boyolali Jawa Tengah.

Dikutip dari buku Indonesia dalam Arus Sejarah, Pasca Revolusi, karya Prof Dr Aminudin, DN Aidit melarikan diri ke Yogyakarta setelah menyerahkan pimpinan tertinggi PKI pada 2 Oktober 1965.

Tongkat pimpinan CC PKI diserahkan ke Sudisman yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua III, karena saat pada saat itu Wakil Ketua I, Loekman sedang berada di Sumatera dan Wakil ketua II PKI, Nyoto ada di Jawa Tengah.

Baca juga: Kenapa Jenderal Soeharto Tidak Jadi Korban Penculikan dalam Peristiwa G30S PKI, Terungkap Alasannya

Baca juga: Kisah Sanjoto Intelejen yang Buru Gembong PKI DN Aidit, Dapat Petunjuk Penting di Rumah Jl Belimbing

Baca juga: Sejarah Kelam di Balik Waduk Kedung Ombo, Stempel PKI Bagi Penentang, Kecelakaan Sudah Diprediksi

Baca juga: Cerita Anggota PKI Kebal Meski Ditembak Peluru Berkali-Kali, Hingga Akhirnya Tentara Temukan Cara

Dengan begitu seluruh urusan PKI sepenuhnya berada di bawah kendali Sudisman.

Syam yang saat itu menjadi ketua Biro Khusus sekaligus sebagai ketua pelaksana G-30-S sudah tak melaporkan lagi setiap perkembangan gerakannya itu kepada Aidit melainkan kepada Sudisman.

“Tatkala Aidit ditanya oleh Komodor Dono Indarto tujuannya ke Yogyakarta, ia menjawab bahwa ia diperintahkan Presiden Soekarno untuk mempersiapkan tempat tinggal, karena kemungkinan Bung Karno akan ke Yogyakarta,” seperti dikutip dari Indonesia dalam Arus Sejarah, Pasca Revolusi, karya Prof Dr Aminudin Kasdi hal 515.

Perintah Presiden Soekarno itu hanya akal-akalan Aidit saja. Termasuk memanfaatkan fasilitas berupa pesawat Dakota dari Halim-Pangkalan Udara Adisucipto.

DN Aidit Hanyalah Kroco, Sosok ini yang Jadi Pentolan PKI Hingga Pernah Lakukan Pertemuan dengan Pimpinan Komunis Soviet
DN Aidit Hanyalah Kroco, Sosok ini yang Jadi Pentolan PKI Hingga Pernah Lakukan Pertemuan dengan Pimpinan Komunis Soviet (Surya.co)

Makanya, Aidit juga menolak tawaran para perwira Auri untuk mengantarkannya menemui Sri Paku Alam.

Aidit malah meminta untuk diantarkan ke rumah Soetrisno, Ketua CDB PKI Yogyakarta.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved