Breaking News:

Berita Nasional

Putri Nia Daniaty yang Tersandung Dugaan Penipuan Rekrutmen CPNS Dijadwalkan Polisi Akan Diperiksa

Kasus penipuan rekrutmen CPNS yang melibatkan terlapor Olivia Nathania, yang merupakan putri penyanyi Nia Daniaty akan diperiksa Polda Metro Jaya.

Editor: moh anhar
TRIBUNNEWS.COM
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Kasus penipuan rekrutmen CPNS yang melibatkan terlapor Olivia Nathania, yang merupakan putri penyanyi Nia Daniaty akan diperiksa Polda Metro Jaya.

Dijadwalkan, pemeriksaan akan dilaksanakan pada Senin (4/10/2021) mendatang.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui perihal laporan 225 korban yang dibuat di SPKT Polda Metro Jaya pada 23 September 2021 kemarin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pelapor diperiksa untuk diklarifikasi atas laporan yang dibuatnya.

Baca juga: Usai Rumah dan Kantor Bupati Digeledah, Ketua DPRD HSU dan Istri Bupati Abdul Wahid Diperiksa KPK

Baca juga: Kaki Kanan Reno Bocah 9 Tahun Telah Diamputasi, Kena Ledakan Botol di Kendal

Baca juga: Terjadi Kecelakaan di Wonogiri, Truk Vs Motor, Ini Kronologinya

"Sudah kami kirim surat pemanggilannya. Nanti kemungkinan Senin (4/10/2021) akan diperiksa," ujar Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Kamis (30/9/2021).

Tahapan pemeriksaan awal ini dilakukan setelah pemeriksaan terhadap pelapor yang dilakukan hari ini.

Selanjutnya penyidik bakal menjadwalkan pemanggilan terhadap terlapor terkait laporan dugaan penipuan dan penggelapan ini masih berlangsung.

"Sedang disiapkan administrasi penyelidikannya. Sabar teman-teman, karena ini masalah kasus penipuan dan penggelapan harus rinci administrasinya," jelas Yusri.

Olivia Nathania dan suaminya bernama Rafly N Tilaar atau Raf dilaporkan terkait dugaan penipuan perekrutan PNS.

Kuasa hukum korban, Odie Hudiyanto mengatakan Oli bersama suaminya menipu korban dengan iming-iming memiliki link di Badan Kepegawaian Negara yang bisa memasukkan PNS di sejumlah instansi.

"Korbannya ada 225 orang yang ditipu. Total kerugian ditaksir mencapai Rp9,7 Miliar lebih yang dilakukan pada 2019-2020," kata kuasa hukum pelapor, Odie Hudiyanto di Polda Metro Jaya, Jumat (24/9/2021) lalu.

Oli juga dituding memalsukan surat berkop BKN lengkap dengan tanda tangan yang diketahui aspal. Dalam surat itu tertulis Terhitung Mulai Tanggal atau TMT.

Baca juga: Borobudur Marathon 2021 Resmi Diluncurkan, Gubernur Ganjar Pranowo Berharap Penyelenggaraan Sukses

Baca juga: Kader yang Siap Beristri Lebih Dari Satu Jadi Perhatian PKS, Pilihan kepada Janda Diminta Diutamakan

Baca juga: Optimalkan Pengelolaan Bukti Transaksi Akuntansi dengan PBL

Suami Oli, yang diketahui bekerja di Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kemenkumham turut dilaporkan. Pihak Inspektorat Jenderal juga telah memeriksa Rafly terkait laporan ini.

"Inspektorat Jenderal Kemenkumham, Ditjen PAS sedang melakukan pemeriksaan terhadap kasus terkait pengaduan terhadap saudara Rafly," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Ditjen PAS, Rika Aprianti saat dikonfirmasi, Selasa (28/9/2021) kemarin.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved