Breaking News:

Berita Banyumas

SHD Banyumas Bawa Kabur Rp 432 Juta Lebih Uang Perusahaan di Purwokerto

 SHD (29) seorang laki laki warga Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas diamankan Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas karena lakukan penggelapan

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: galih permadi
Ist. Humas Polresta Banyumas. 
SHD (29) seorang laki laki warga Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas saat diperiksa Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas karena melakukan penggelapan, Kamis (30/9/2021).  

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - SHD (29) seorang laki laki warga Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas diamankan Satuan Reserse Kriminal Polresta Banyumas karena melakukan penggelapan. 

Pelaku dilaporkan oleh Dewa (31) karena diduga mengalihkan barang perusahaan tidak sesuai dengan faktur atau nama toko difaktur (fiktif), akan tetapi barang dialihkan ke orang lain.

Pelaku dan pelapor sama-sama bekerja di salah satu Perseroan Terbatas (PT) yang berkantor di Jalan Gerilya Barat, Kecamatan Purwokerto Selatan.

Kasat Reskrim Kompol Berry, menyampaikan hal tersebut dapat diketahui pada 25 November 2020.

Diketahui pelapor Dewa saat itu menggantikan pelaku SHD selaku sales marketing untuk melakukan order atau melakukan tagihan ke konsumen sesuai dengan faktur atas nama pelaku. 

"Setelah pelapor turun ke lapangan dan bertemu dengan beberapa konsumen, ternyata barang tidak sampai di toko atau konsumen dan dari toko atau konsumen tersebut tidak merasa order sesuai dengan faktur. 

Lalu pelapor berinisiatif melakukan pengecekan secara acak ke beberapa konsumen dan ternyata pelaku SHD mengalihkan barang tidak sesuai dengan faktur atau nama toko," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, sebagaimana keterangan tertulis. 

Atas adanya kejadian tersebut, lalu perusahaan melakukan audit dan ditemukan 37 faktur fiktif atas nama pelaku selaku sales marketing. 

Atas perbuatan pelaku tersebut, perusahaan merugi hingga Rp. 432.846.482

Saat ini pelaku SHD berserta barang bukti berupa satu bendel hasil laporan audit perusahaan.

Dua bandel surat perjanjian kerja atas nama SHD dan puluhan faktur atas nama berbagai toko atau konsumen diamankan di Mapolresta Banyumas guna penyidikan lebih lanjut. 

"SHD terancam dengan pidana penjara paling lama 5  tahun sesuai dengan yang tertuang dalam Pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan," imbuhnya. (jti) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved