Berita Kesehatan
Anggrung, Tumbuhan Bermanfaat Turunkan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes
Anggrung (Trema orientalis) sepintas mirip dengan Kresen. merupakan tumbuhan berbunga keluarga Cannabaceae.
TRIBUNJATENG.COM - Anggrung (Trema orientalis) sepintas mirip dengan Kresen. merupakan tumbuhan berbunga keluarga Cannabaceae.
Di beberapa daerah, T.orientalis dikenal dengan nama Anggrung (Jawa), Mengkirai (Bangka Belitung), Kutu (Toraja, Sulawesi Selatan), Ngawoi (Sulawesi Selatan), Kawae mogane (Sulawesi Tenggara), dan Bono (Sulawesi Tengah).
Anggrung merupakan salah satu jenis fast growing species yang potensial digunakan sebagai tanaman pionir untuk merestorasi lahan kritis, khususnya lahan bekas tambang nikel (Mangopang, 2016).
Manfaat
Anggrung memiliki banyak khasiat dan dimanfaatkan secara tradisional sejak lama.
Pemanfaatannya masyarakat diantaranya yaitu sebagai obat dalam berbagai budaya.
Kulit batang yang direndam dapat digunakan untuk mengendalikan disentri, sedangkan rebusan daunnya dapat digunakan untuk menyembuhkan anjing cacingan (Orwa et al., 2009).
Daun dan pepagan dari Anggrung dapat digunakan untuk mengobati batuk, sakit tenggorokan, asma, bronkitis, kencing nanah, demam kuning, sakit gigi, dan sebagai penawar keracunan umum (Eckman et al., 1993).
Tanaman Anggrung juga memiliki beberapa efek farmakologis yaitu ekstrak air dari kulit batang telah terbukti dapat mengurangi kadar gula darah dalam model hewan percobaan diabetes mellitus (Dimo et al., 2006).
Selain itu, daun Anggrung juga dapat digunakan sebagai obat batuk alami dan obat masuk angin. Daun Anggrung ini mengandung cukup banyak zat alami yang dapat melawan tanda-tanda masuk angin, seperti flu dan perut kembung.
Morfologi
Anggrung berhabitus pohon dengan tinggi dapat mencapai 10 m.
Daun tunggal (folium simplex), berbentuk alternate dengan bulu padat, pangkal daun berbentuk hati dan asimetris dengan tepi bergigi. Tumbuhan ini mempunyai stipula dengan ukuran 4 mm.
Sementara itu bunganya berdiameter 2 mm, berwarna putih-kuning, ditempatkan dalam malai kecil, bunga berada pada ketiak daun (flos lateralis) yang membentuk malai (panicula).
Buahnya memiliki ukuran 3 mm, buah sejati tunggal berdaging (carnosus) dan ukuran biji berkisar antara 1,5-2,5 mm dengan berat rata-rata 1,5 mg. Akarnya tunggang (radix primaria), batang berkayu (lignosus) (Mangopang, 2016).
Ekologi
Anggrung merupakan jenis fast growing, sering ditemukan di tanah yang rusak dan tercemar. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa angrung merupakan jenis perintis yang dapat tumbuh di tanah yang buruk dan dapat digunakan untuk regenerasi kawasan hutan bekas pertambangan.
Menurut Prayudianingsih et al., (2015), Anggrung dapat tumbuh pada ketinggian 100-135 mdpl, dengan topografi datar sampai curam dengan kemiringan berkisar 15-45%.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tumbuhan-anggrung-untuk-menyembuhkan-batuk-hingga-masuk-angin.jpg)