Breaking News:

Berita Jateng

Anjloknya Harga Telur Ayam Sumbang Deflasi Terbesar di Jateng

Anjloknya harga telur ayam ras menjadi penyumbang terbesar deflasi 0,10 persen di Jawa Tengah pada bulan September 2021.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/Idayatul Rohmah
Pedagang sembako di Pasar Johar Semarang menunjukkan telur ayam ras. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Anjloknya harga telur ayam ras menjadi penyumbang terbesar deflasi 0,10 persen di Jawa Tengah pada bulan September 2021.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat, telur ayam ras memberi kontribusi sebesar 0,1043 persen deflasi tersebut.

"Penyumbang tertinggi deflasi 0,10 persen di Jateng adalah ayam ras. Telur ayam ras ini, hampir semua kota mengalami deflasi," kata Arjuliwondo Koordinator Fungsi Statistik Distribusi saat rilis data melalui daring, Jumat (1/10/2021).

Arjuliwondo melanjutkan, setelah telur ayam ras, empat komoditas lain juga turut menjadi pemicu terbesar deflasi di Jateng pada bulan September lalu.

Keempat komoditas tersebut yakni bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan emas perhiasan.

"Jika kita lihat, masing-masing kelompok pengeluaran yang menyebabkan deflasi pada bulan September sebesar 0,10 persen ini yaitu tentu saja memang yang paling besar adalah dari kelompok makanan yang memang mengalami deflasi 0,78 persen, ini menyumbang deflasi sebesar 0,19 persen," terangnya.

Berdasarkan catatan BPS Jateng, pada Januari sampai September 2021 mengalami inflasi mencapai 0,46 persen. Sementara IHK tahun ke tahun, tercatat mengalami inflasi 1,28 persen.

Arjuliwondo menyebutkan, dari total 6 kota di jateng, empat kota tercatat mengalami deflasi. Sementara dua kota lainnya mengalami inflasi.

Adapun kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah Semarang sebesar 0,14 persen, diikuti purwokerto 0,13 persen, Cilacap 0,12 persen, dan Kudus 0,03 persen.

Sementara yang mengalami inflasi tertinggi adalah kota Tegal 0,02 persen diikuti Surakarta 0,01 persen.

"Selama tahun 2021 ini perubahan perkembangan inflasi dari bulan ke bulan, tiga kali kita mengalami deflasi.  Sementara di 6 bulan yang lain kita mengalami inflasi.

Pada bulan ini (September) kita juga mengalami deflasi sebesar 0,10 persen. Jadi status deflasi selama 2021, sudah tiga bulan di Jateng atau gabungan dari 6 kota tersebut kita mengalami deflasi," imbuhnya. (idy)

Baca juga: Video Sempat Diterpa Isu Negatif, Jumani Akhirnya Dilantik sebagai Sekda Pati

Baca juga: Terima  Alat Bantu Dengar dari Bupati Jepara Dian Kristiandi, Orangtua Arfa Tersenyum Gembira

Baca juga: Anggrung, Tumbuhan Bermanfaat Turunkan Kadar Gula Darah Penderita Diabetes

Baca juga: Inilah Sosok Tedjo dan Sriwati Pengantin Viral Naik Alat Berat Seusai Akad Nikah

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved