Breaking News:

Guru Berkarya

Belajar Tata Cara Thaharah dengan Potongan Gambar

Pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses pembelajaran merupakan upaya-upaya pembaharuan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Akhmad Saekhu SPdI, Guru SMPN 1 Comal Kabupaten Pemalang 

Oleh: Akhmad Saekhu SPdI, Guru SMPN 1 Comal Kabupaten Pemalang

PEMANFAATAN hasil-hasil teknologi dalam proses pembelajaran merupakan upaya-upaya pembaharuan dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Para guru dituntut untuk mampu menggunakan alat-alat yang disediakan oleh sekolah. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan efisien dalam upaya mencapai tujuan belajar yang diharapkan. Selain mampu menggunakan alat-alat yang tersedia di sekolah, guru diharapkan dapat mengembangkan keterampilan membuat media pembelajaran.

Pada semester ganjil kelas VII terdapat materi pembelajaran dengan kompetensi dasar “menyajikan tata cara toharoh dari hadas kecil”. Dalam artikel ini thaharah yang dimaksud adalah wudhu. Menurut Muhammad Ahsan dkk. (2016:37), wudhu adalah cara bersuci untuk menghilangkan hadas kecil. Untuk menunjang pembelajaran tersebut, seorang guru harus memiliki berbagai alternatif cara dalam mengajarkan tata cara wudhu. Salah satu alternatif cara kreatif yang dapat ditempuh dalam pembelajaran tata cara wudhu adalah dengan menggunakan gambar tata cara wudhu.

Tujuan penggunaan gambar tata cara wudhu tersebut adalah agar siswa lebih tertarik mengikuti proses pembelajaran dan agar siswa dapat dengan mudah. Ada beberapa alat dan bahan yang digunakan untuk membuat alat peraga gambar tata cara wudhu. Di antaranya kertas manila, potongan gambar tata cara wudhu, potongan penjelasan tata cara wudhu, gunting, lem, lakban, dan spidol. Prosedur pembuatan alat peraga ini adalah gambar tata cara wudhu dan penjelasannya dipotong-potong dengan menggunakan gunting sesuai ukuran atau pola.

Langkah pertama yang dilakukan guru ialah membagi siswa menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok mendapat alat dan komponen alat peraga yang sama.

Pada kondisi awal, potongan-potongan gambar tata cara wudhu dan penjelasannya belum ada nomor urutnya, sehingga masih acak. Penggunaan alat peraga ini cukup mudah, siswa dipastikan sudah mengamati potongan gambar tata cara wudhu dan potongan penjelasannya.

Selanjutnya masing-masing kelompok memberi nomor urut pada potongan gambar tata cara wudhu dan potongan penjelasannya. Setelah memberi nomor urut potongan gambar tata cara wudhu dan potongan penjelasannya tersebut, potongan gambar tata cara wudhu ditempelkan pada kertas manila dengan susunan tata cara wudhu yang benar sesuai nomor urutnya.

Dilanjutkan menempelkan potongan penjelasannya di sebelah gambar tata cara wudhu sesuai nomor urutnya juga. Berikutnya masing-masing kelompok menempelkan kertas manila yang telah ditempeli potongan gambar tata cara wudhu dan penjelasannya di papan tulis.

Pada akhir dari pembelajaran ini, masing-masing kelompok melalui perwakilannya secara bergantian mempresentasikan dan mempraktikkan secara langsung gerakan tata cara wudhu berikut penjelasannya sesuai gambar. Kelompok yang lain memperhatikan dan mengamatinya.

Setelah mengamati, masing-masing kelompok memberikan tanggapan dan penjelasan lebih lanjut. Guru bersama siswa berdialog meluruskan kesalahpahaman, memberikan penguatan, memberikan contoh gerakan tata cara wudhu beserta penjelasannya yang benar sesuai gambar dan diikuti oleh seluruh siswa, terakhir memberikan kesimpulan.

Alat peraga ini memiliki beberapa kelebihan yaitu siswa lebih senang mengikuti pembelajaran, minat dan partisipasi aktif siswa meningkat, siswa terlatih dalam berdiskusi dan menyampaikan pendapat, siswa dapat menghargai pendapat teman-temannya, siswa memiliki rasa tanggung jawab, serta siswa memperoleh pengalaman belajar dari yang abstrak hingga konkrit terkait dengan materi tata cara wudhu. Kelebihan-kelebihan penggunaan alat peraga ini sangat membantu pemahaman siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Comal dalam menyajikan tata cara wudhu. Terbukti hasil belajar siswa meningkat, suasana kelas kondusif, dan proses pembelajaran berlangsung efektif. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved