Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

BERITA JATENG

Ketika Dr Aqua  Bicarakan Rambut dan Perut dengan Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Rudy Saladin

Pertemuan dengan pejabat tidak selalu membicarakan hal-hal serius. Bisa juga topiknya yang ringan namun bermakna.

Penulis: Erwin Ardian | Editor: Erwin Ardian
aqua dwipayana
Pakar Komunikasi Dr Aqua Dwipayana bersama Danrem 074/Warastrama Solo Kolonel Inf Rudy Saladin beberapa waktu lalu 

"Saya yakin saat nanti di kelas, para dosen dan teman-teman Mas Rudy akan banyak menyimak pengalaman Mas Rudy. Terutama ketika menjadi ajudan Presiden Joko Widodo yang pasti banyak menariknya. Hanya sedikit orang yang mendapat kesempatan langka tersebut," ujar Dr Aqua meyakinkan Rudy.

Selain itu Dr Aqua juga meyakini bakal banyak dosen di tempat Rudy kuliah yang mengajukan diri jadi promotornya. Penyebabnya selain Rudy pintar, juga pengalamannya banyak sekali.

"Insya Allah kuliah S3 Mas Rudy lancar. Jadi sebaiknya segera dimulai. Nanti tanpa terasa, Mas Rudy telah menjalaninya dan dapat menuntaskannya. Kemudian meraih gelar doktor," ungkap Dr Aqua kembali menyemangati Rudy.

Dr Aqua juga memberikan saran topik disertasi Rudy. Salah satu hal menarik adalah pengalamannya ketika jadi ajudan Presiden Joko Widodo. Karena menjalaninya sendiri sehingga pasti Rudy sangat menguasainya.

Bagi Rudy kuliah S3 paling utama adalah untuk menambah pengetahuan, wawasan, ilmu, dan pengalaman. Dia ingin banyak belajar pada seluruh dosen dan teman-teman sekelasnya.

"Ijazah bukanlah tujuan utama saya. Paling penting saya bisa banyak belajar pada semua dosen dan teman sekelas. Pasti saya mendapatkan banyak hal dari mereka terutama tambahan pengetahuan, wawasan, ilmu, dan pengalaman," tegas Rudy.

Terkait dengan usulan topik disertasinya, Rudy mendukung semua yang disampaikan Dr Aqua. Kemudian dia menyampaikan sekilas pengalamannya saat menjadi ajudan Presiden Joko Widodo. Banyak hal menarik termasuk untuk ditulis menjadi disertasi.

Tentang Ilmu Komunikasi UNS

Dikutip dari fisip.uns.ac.id, prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNS merupakan salah satu program Studi di Universitas Sebelas Maret yang cukup banyak peminatnya. Hal ini didukung oleh boomingnya industri media di era reformasi ini dan keterbatasan tenaga kerja untuk memasuki bidang komunikasi. Mengisi ceruk kerja inilah prodi Ilmu Komunikasi menyiapkan para lulusannya untuk menjadi insan yang memiliki kompetensi kerja di industri media.

Prodi Ilmu Komunikasi Fisip UNS telah melakukan kerjasama dengan berbagai institusi, baik sesama perguruan tinggi di dalam dan di luar negeri maupun dengan berbagai instansi baik  stakeholder maupun yang membutuhkan jasa atau kerjasama dengan prodi.

Prodi Ilmu Komunikasi telah menjalin kerjasama dengan University Sains of Malaysia (USM) dalam bidang penelitian, Internasional seminar, serta pertukaran mahasiswa (Students Excjange) dengan Newcastle University Australia. Bidang penelitian bekerjasama dengan perguruan Tinggi di Indonesia. Prodi Ilmu Komunikasi menjadi anggota Asosiasi Pengelola pendidikan Tinggi Komunikasi (ASPIKOM). Juga menjadi tempat untuk studi banding perguruan tinggi lain dalam memajukan keilmuan dan manajemennya.

Lulusan prodi Ilmu Komunikasi terutama diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di industri media terutama broadcating/televisi, media cetak, bidang periklanan dan public relations. Demikian pula para lulusan prodi ini banyak yang bekerja dalam bidang pemerintahan terutama sebagai tenaga dosen, bidang humas protokoler, dan perbankan.

Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNS bertujuan menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja di bidang komunikasi dan media. Profil lulusan yang dihasilkan adalah: Peneliti Komunikasi, Konsultan Komunikasi, Jurnalis, Broadcaster TV, Broadcaster radio, Public Relations Officer, dan Perencana Periklanan.

Penguasaan Pengetahuan

• Menguasai konsep dan teori-teori Ilmu Komunikasi yang meliputi komunikasi interpersonal, komunikasi kelompok, komunikasi organisasi, komunikasi massa, komunikasi media baru.

• Menguasai konsep dan prosedur melakukan riset bidang ilmu komunikasi kuantitatif (survey, analisis isi, eksperimen) dan kualitatif (riset lapangan dan analisis teks media).

• Menguasai konsep dan prosedur penyusunan rencana strategis dalam sebuah program komunikasi dari analisis situasi, formulasi tujuan, penentuan strategi/taktik komunikasi, implementasi dan evaluasi program.

• Spesialisasi Jurnalistik: Menguasai konsep dan prosedur produksi jurnalistik media cetak dan online, meliputi: teknik wawancara, teknik penulisan berita, teknik editing berita, dan proses publikasi media cetak dan online, dengan pengetahuan tentang peraturan dan kode etik jurnalistik.

• Spesialisasi Public Relations: Menguasai konsep dan prosedur pengelolaan sebuah aktivitas Kehumasan baik di sektor pemerintah maupun swasta, yang melibatkan aktivitas perencanaan, implementasi program, hubungan media, dan evaluasi program kehumasan, sesuai peraturan dan kode etik kehumasan.

• Spesialisasi Advertising: Menguasai konsep dan prosedur pengelolaan sebuah kampanye iklan, yang melibatkan pengetahuan tentang psikologi khalayak, pengetahuan produk, strategi kreatif, dan strategi media, serta peraturan dan kode etik di bidang periklanan.

• Spesialisasi Video: Menguasai konsep dan prosedur produksi programa televisi yang melibatkan pengetahuan tentang penyutradaraan, tata kamera, tata cahaya, manajemen produksi berbagai program berita dan non-berita, dan pengetahuan tentang peraturan serta kode etik penyiaran televisi.

• Spesialisasi Radio: Menguasai konsep dan prosedur produksi programa radio siaran yang melibatkan pengetahuan tentang penyutradaraan, tata suara, manajemen produksi (iklan, berita, drama, musik), dan pengetahuan tentang peraturan dan kode etik penyiaran radio.

Penguasaan Ketrampilan

• Mampu mengidentifikasi dan mengkaji fenomena/masalah bidang komunikasi dan media menggunakan konsep/teori Ilmu Komunikasi.

• Mampu melakukan penelitian di bidang komunikasi dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif.

• Mampu menerapkan perilaku komunikasi yang sesuai dengan peraturan perundangan, etika, dan kode etik profesi di bidang komunikasi.

• Mampu membuat perencanaan strategis dan melakukan implementasi untuk sebuah program komunikasi.

• Spesialisasi Jurnalistik: Mampu mengelola proses produksi karya jurnalistik untuk media cetak dan media online.

• Spesialisasi Public Relations: Mampu membuat perencanaan strategis dan mengelola implementasi aktivitas maupun program Public Relations.

• Spesialisasi Advertising: Mampu mengelola proses kampanye iklan untuk berbagai media yang melibatkan aktivitas riset pasar, perencanaan kreatif, produksi iklan, dan mengelola eksekusi sebuah kampanye iklan.

• Spesialisasi Video: Mampu mengelola sebuah proses produksi dan penyiaran program berita dan non-berita untuk media televisi.

• Spesialisasi Radio: Mampu mengelola sebuah proses produksi dan penyiaran program berita dan non-berita untuk media radio.

Cukup Familiar

Rudy dilantik jadi Danrem 074/Warastratama oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto pada Kamis, 2 September 2021 di Semarang. Menggantikan Kolonel Inf Deddy Suryadi yang dipromosi menjadi Wakil Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus.

Dia bukanlah orang baru di kawasan Karesidenan Surakarta. Sebelumnya Rudy pernah menjabat sebagai Danbrigif Mekanis Raider 6/Tri Sakti Balajaya pada 2017 hingga 2018.

Rudy mengatakan ketika menjabat Danbrigif Mekanis Raider 6/Tri Sakti Balajaya sering datang  ke Korem 074/Warastratama untuk koordinasi. Sehingga dia cukup familiar dengan kantor yang sekarang dipimpinnya.

"Mungkin sebagian anggota di sini sudah hafal dengan wajah saya. Saya mewakili istri dan anak mengucapkan rasa bangga karena sudah disambut sebagai keluarga baru di Korem 074/Warastratama. Kami akan terus menjalankan program-program yang sudah disusun rapi oleh Bang Deddy ini dan terus dikembangkan,” ujarnya Rudy saat acara pisah sambut

Rudy mengatakan posisinya tidak akan berarti tanpa ada dukungan dari semua anggotanya. Untuk itu, dia memohon kerja sama dari seluruh jajarannya selama bertugas di Solo.

Sebagai Danrem 074/Warastratama Rudy tidak sekedar berucap. Namun dia membuktikan ucapannya. Sejak awal bertugas di Solo, terus merangkul semua jajarannya. Dengan begitu diharapkan mereka merasa dekat komandannya dan mendukung semua program kerja Rudy.

Sekitar tiga jam bersama Rudy, Dr Aqua mengamati komunikasi Rudy dengan para bawahannya cukup akrab. Ketika menyuruh anggotanya melakukan sesuatu, menyampaikannya dengan ramah. Sehingga mereka yang disuruh dengan penuh sukacita melaksanakannya.

Hal tersebut dapat dilihat dari wajah dan bahasa tubuh mereka. Tidak ada kesan canggung apalagi terpaksa. Semua itu positif sekali.

"Komunikasi Mas Rudy dengan jajarannya bagus sekali. Itu sangat positif dan insya Allah dapat memperlancar pelaksanaan semua program kerja Mas Rudy selama jadi Danrem 074/Warastratama," ungkap Dr Aqua.

Rudy Kaget

Menjelang pamit, tiba-tiba Dr Aqua dengan serius menyampaikan permohonan maaf kepada Rudy. Penyebabnya sejak pertama kali menulis nama Rudy lewat WA hingga menyadari kesalahannya, Dr aqua di akhir kata pada nama pertamanya pakai huruf "i". Padahal tulisan yang benar memakai huruf "y".

"Saya mohon maaf kepada Mas Rudy karena selama ini salah menulis ejaan nama Mas Rudy di WA. Seharusnya huruf terakhirnya pakai huruf "y", namun saya menulisnya huruf "i". Meski salah satu huruf namun itu fatal," lanjut Dr Aqua.

Mendengar semua itu Rudy kaget. Tidak menyangka sama sekali Dr Aqua akan menyinggung hal tersebut dan minta maaf, karena dianggap biasa dan sepele. Apalagi selama ini ada yang salah menulis ejaan namanya dan Rudy membiarkannya.

Sebagai orang yang pernah lama bekerja jadi wartawan, menurut Dr Aqua salah menulis satu huruf saja pada nama orang tidak boleh. Apalagi kalau kesalahannya banyak, itu sangat fatal.

Saat masih jadi wartawan, para redakturnya selalu mengingatkan Dr Aqua dan wartawan-wartawan lainnya agar jangan sampai salah menulis nama termasuk nama orang. Meski itu hanya satu huruf. Fatal sekali kalau sampai terjadi.

Kalau salah menulisnya, lanjut Dr Aqua, dirinya akan langsung minta maaf kepada pemilik nama. Itu sebagai wujud sportivitas dan jiwa besar.

"Saya tidak pernah ragu sedikit pun untuk minta maaf jika memang salah. Bahkan hal itu saya lakukan juga pada keluarga, istri dan anak-anak," terang penulis buku "super best seller" The Power of Silaturahim ini.

Rudy dengan serius menyimak semua yang disampaikan Dr Aqua. Meski masih sedikit kaget karena tidak menyangka dengan hal tersebut.

"Wah ini pelajaran baru yang berharga buat saya. Di samping beberapa hal lainnya yang tadi telah Mas Aqua sampaikan. Termasuk saran kepada saya untuk mengambil kuliah S3 Ilmu Komunikasi. Insya Allah saya pertimbangkan" pungkas Rudy saat mengantarkan Dr Aqua ke mobilnya ketika akan pamit.

Sebagai penghargaan kepada lawan komunikasinya, setiap menulis pesan baik lewat WA mau Short Message Service (SMS), selama ini Dr Aqua selalu menulis nama mereka menggunakan huruf besar. Semuanya diperlakukan sama secara universal.

Awalnya karena baru pertama kali menerimanya, ada yang kaget. Belakangan karena sudah sering berkomunikasi dengan Dr Aqua, mereka terbiasa. Bahkan banyak yang mengikutinya dengan melakukan hal serupa. (*)

Baca juga: Klasemen Liga Italia, Juventus Menang dengan 11 Poin Kini Posisinya Naik

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Lawu Telah Dibuka 3 Pekan, Tapi Masih Sepi Pendaki

Baca juga: Truk Muatan Aspal Cair Terbakar di Sragen Saat Proses Perbaikan Jalan 

Baca juga: Jadwal Bola Malam Ini: Liverpool vs Manchester City di SCTV Hingga Persebaya vs PSIS di Indosiar

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved