Breaking News:

Berita Kendal

Cegah Banjir di Musim Hujan, Petugas Susuri Sungai di Kendal, Angkut Sampah dan Eceng Gondok

Pemkab Kendal tidak berpangku tangan dalam bersiap menghadapi musim penghujan mendatang. aksi bersih-bersih sungai dengan mengangkut sampah.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Petugas membersihkan tanaman eceng gondok di Kalibuntu Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal untuk mengantisipasi terjadinya banjir pada saat musim hujan datang, Senin (4/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal tidak berpangku tangan dalam bersiap menghadapi musim penghujan mendatang.

Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, hingga anggota TNI Polri mulai menyusuri sungai di Kendal.

Rencananya, aksi bersih-bersih sungai dengan mengangkut sampah dan tanaman eceng gondok ini digencarkan satu pekan ke depan.

Baca juga: Obat Penggugur Janin Mudah Dibeli di Olshop, Aktivis Perempuan Semarang: Tidak Dapat Dikendalikan

Baca juga: Sudah Empat Bayi Dibuang di Semarang, Pengamat: Kurangnya Akses Kesehatan Reproduksi

Baca juga: KAI Daop 4 Respons Antusiasme Masyarakat Tinggi saat Hari Pertama Pengoperasian KA Lokal Aglomerasi

Selain itu, DPUPR dan Pusdataru juga menambah upaya pencegahan dengan normalisasi sungai-sungai untuk mengantisipasi terjadinya banjir.

Kepala DPUPR Kendal, Sugiono mengatakan, upaya normalisasi dan pembersihan sungai mulai dikerjakan pada, Senin (4/10/2021) di Kalibuntu, Kota Kendal.

Sungai Kalibuntu menjadi salah satu pusat perhatian pertama untuk diantisipasi terjadinya banjir. 

Pembersihan tanaman eceng gondok dan sampah untuk mengantisipasi supaya air sungai tidak meluap saat debit air meningkat.

Sebagaimana banjir terjadi pada musim hujan 2020 lalu yang menggenangi puluhan rumah di Kelurahan Langenharjo.

"Untuk memberantas tanaman eceng gondok, sebenarnya bisa menggunakan obat, namun berbahaya bagi lingkungan hidup. Oleh karena itu pembersihan tanaman eceng gondok tetap dilakukan secara manual," terangnya.

Untuk mempercepat pekerjaan, petugas menggunakan ekskavator, truk sampah, dan perahu karet.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved