Berita Banjarnegara
75 Persen Wilayah Banjarnegara Rawan Bencana Longsor: Bagian Utara Paling Rawan
75 persen wilayah Kabupaten Banjarnegara berpotensi rawan bencana tanah longsor, khususnya di bagian utara.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Curah hujan tinggi meningkatkan risiko pergerakan tanah di Kabupaten Banjarnegara.
BPBD Banjarnegara sudah mulai melakukan antisipasi jika sewaktu-waktu bencana longsor terjadi.
Bencana tanah longsor selalu mengintai daerah ini ketika musim hujan datang.
Menurut Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara Aris Sudaryanto, sekitar 75 persen wilayah Kabupaten Banjarnegara rawan longsor.
Maklum, daerah ini sebagian besar berupa pegunungan dengan kontur tanah miring dan labil.
Saat hujan turun, tanah mudah bergerak karena jenuh air.
"75 persen wilayah Banjarnegara rawan longsor. 50 persennya di wilayah pegunungan utara, 25 persennya di wilayah selatan, " katanya, Selasa (5/10/2021)
Wilayah pegunungan utara, mulai Kecamatan Punggelan, Banjarmangu, Karangkobar, Wanayasa, Kalibening, Penawaran, Pagentan Pandanarum, hingga Kecamatan Batur di dataran tinggi Dieng adalah zona rawan longsor.
Sementara di wilayah selatan Banjarnegara, Kecamatan Susukan, Mandiraja, Purwanegara, Pagedongan hingga Sigaluh yang berbatasan dengan Wonosobo juga masuk peta rawan longsor.
Meskipun, tidak semua di kecamatan itu masuk zona merah rawan longsor.
Wilayah yang relatif aman dari ancaman longsor atau zona hijau hanya di pusat kota Banjarnegara hingga ke arah barat Kecamatan Bawang, Mandiraja, Purwanegara dan Susukan.
Tetapi itu pun hanya di sebagian wilayah kecamatan yang kontur tanahnya rata atau sekitar jalan raya nasional.
Semakin ke dalam, sebagian wilayah kecamatan itu berupa perbukitan dengan kontur tanah miring yang rawan longsor.
"Yang rata itu Banjarnegara kota ke barat,"katanya.
Selain mengancam pemukiman, longsor juga mengancam infrastruktur umum termasuk jalan.
Jalan yang melintasi daerah rawan longsor, baik jalan desa, jalan kabupaten, jalan provinsi hingga jalan nasional otomatis ikut terancam longsor.
Bencana longsor hingga merusak atau menimpa jalan sudah sering kali terjadi.
Bahkan, beberapa kali longsor pernah menutup akses jalan nasional di Kecamatan Sigaluh, Banjarnegara.
(*)