Breaking News:

Berita Viral

Dengar Ledakan Bom Mother of Satan di Gunung Ciremai, Teroris Pemiliknya Menangis, Lokasi Longsor

Lebih lanjut, dia mengakui ledakan bom itu bisa menyebabkan kerusakan hingga menimbulkan korban jiwa

Editor: muslimah
Igman Ibrahim/Tribunnews
Imam Mulyana, pemilik bom The Mother Of Satan yang juga narapidana kasus terorisme jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) mengaku menyesal pernah menyimpan bahan peledak TATP di Gunung Ceremai, Jawa Barat. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Bahan peledak 35 Kg TATP berjuluk The Mother Of Satan telah dimusnahkan oleh tim Densus 88 Antiteror Polri.

Daya ledaknya tinggi.

Itulah yang membuat Imam Mulyana, pemilik bom The Mother Of Satan yang juga narapidana kasus terorisme jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) sampai menangis.

Imam Mulyana, pemilik bom The Mother Of Satan yang juga narapidana kasus terorisme jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) mengaku menyesal pernah menyimpan bahan peledak TATP di Gunung Ceremai, Jawa Barat.
Imam Mulyana, pemilik bom The Mother Of Satan yang juga narapidana kasus terorisme jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) mengaku menyesal pernah menyimpan bahan peledak TATP di Gunung Ceremai, Jawa Barat. (Igman Ibrahim/Tribunnews)

Ia mengaku menyesal pernah menyimpan bahan peledak TATP di Gunung Ceremai, Jawa Barat.

Penyesalan itu disampaikan oleh Imam dalam sebuah video yang beredar di awak media.

Dia tak menyangka bahan peledak seberat 35 Kg yang disimpannya itu memiliki daya ledak yang tinggi.

Baca juga: Terungkap Motif Sopir di Cimah Bakar Garasi, 31 Taksi Hangus Kerugian Rp 3,2 Miliar, Sopir Masuk RS

Baca juga: Kata Polisi Soal Hasil Otopsi Ulang Jasad Tuti dan Amalia, Ini Bedanya dengan Hasil Otopsi Pertama

"Saya merasa terharu, saya merasa menyesal, saya merasa bersyukur bahwa barang tersebut dengan hakulyakin saya serahkan kepada pihak yang berwenang.

"Kepada pihak yang bisa menanganinya," kata Imam dalam rekaman video yang diterima dari Densus 88, Selasa (5/10/2021).

G
Gunung Ciremai dilihat dari Objek Wisata Gunung Hayu, Desa Randobawa Ilir, Kecamatan Mandirancan, Kuningan. (Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai)

Imam mengaku turut dibawa oleh penyidik tim Densus 88 Antiteror Polri saat memusnahkan bahan peledak miliknya tersebut.

Dia bahkan sampai menangis saat menyaksikan langsung ledakan bomnya tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved