Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Kisah SBY Merintis Perdamaian di Aceh, Datangi Seluruh Kabupaten dan Kota, Berunding dengan GAM

Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sempat berkonflik dengan pemerintah Indonesia dan ingin memisahkan diri.

Editor: rival al manaf
(KOMPAS.COM/Tangkapan Layar )
Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berbicara dalam forum international conference yang digelar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry, Banda Aceh, Senin (4/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, ACEH - Gerakan Aceh Merdeka (GAM) sempat berkonflik dengan pemerintah Indonesia dan ingin memisahkan diri.

Meski demikian, hingga kini Aceh masih menjadi bagian dari NKRI.

Di balik itu ada upaya perdamaian yang saat itu diperjuangkan beberapa tokoh, salah satunya adalah Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ia mengungkap sejumlah upaya dalam proses perjanjian damai antara pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Baca juga: Jadwal Liga 2 2021, Persekat Vs Rans Cilegon, Persijap Vs Persis Solo dan Perserang Vs Dewa United

Baca juga: OPINI : Menangkal Ideologi Komunisme dengan Penguatan Nilai-Nilai Pancasila

Baca juga: Hotline Semarang : Diskon BPHTB PTSL Sampai Kapan Pak?

SBY mengatakan, dia sudah beberapa kali mendatangi Aceh sebelum menjadi presiden.

SBY menemui sejumlah tokoh untuk merintis perdamaian di Aceh.    

“Saya sebagai salah satu pelaku sejarah, sebelum jadi presiden, sebenarnya sudah tiga-empat tahun masuk Aceh."

"Semua kabupaten dan kota kami datangi berkali-kali, bertemu Abu (ulama) dan tokoh masyarakat, semua pihak."

"Bahkan berkomunikasi pula dengan pihak GAM waktu itu untuk mencari jalan bagaimana konflik benar-benar kita atasi dan perdamaian bisa kita wujudkan,” kata SBY, saat menjadi pembicara dalam forum international conference "Toward Sustainable Development in Aceh" yang digelar Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry, Banda Aceh, Senin (4/10/2021) secara daring.

SBY mengatakan, saat maju sebagai calon presiden dan wakil presiden bersama Jusuf Kalla, keduanya berkomitmen untuk mendamaikan serta berkomitmen menjaga perdamaian di Aceh.

“Saat Pemilu 2004, saya bersama Pak Jusuf Kalla sepakat untuk mengakhiri konflik Aceh."

"Alhamdulillah diberi amanah dan itu kami tunaikan saat memimpin Indonesia,” kata SBY.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat ini juga mengenang peristiwa tsunami Aceh

Saat itu, SBY dan istri, almarhumah Ani Yudhoyono mendatangi Aceh tiga hari setelah peristiwa tersebut.

"Dari tsunami itu lah, saya makin tertantang dan makin gigih, mohon pertolongan Allah agar benar-benar Aceh bisa mewujudkan perdamian sejati dan dapat mendapat keadilan dan bisa membangun masa depan yang lebih baik."

“Januari 2019, saya dan istri (almarhumah) Ani Yudhoyono berkunjung tiga hari ke Aceh."

"Saat itu saya sebutkan, 'Tugas Saudara semua bukan sebatas memelihara perdamaian, tapi memajukan, mencerdaskan, dan menyejahterakan masyarakat Aceh',” ucap SBY.

Baca juga: Dapat Kenalan di Medsos Pria Ngaku TNI, ASN di Ngawi Tertipu Rp 20 Juta

Baca juga: 8 Wilayah di Demak Hari Ini Berpotensi Hujan, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG Selasa 5 Oktober 2021

Baca juga: 8 Wilayah di Demak Hari Ini Berpotensi Hujan, Berikut Prakiraan Cuaca BMKG Selasa 5 Oktober 2021

SBY meminta semua pihak untuk menjaga perdamaian dan memajukan Aceh.

“Itu pandangan saya soal perdamaian Aceh. Tugas kita semua memajukan Aceh,” kata SBY.

Acara ini juga dihadiri secara daring oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin dan Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang juga kader Partai Demokrat. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "SBY: Sebelum Jadi Presiden, Saya Sudah Masuk Aceh, bahkan Bertemu GAM untuk Cari Jalan Perdamaian "

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved