Breaking News:

OPINI

OPINI : Menangkal Ideologi Komunisme dengan Penguatan Nilai-Nilai Pancasila

SETIAP akhir September ingatan bangsa kita langsung tertuju kepada tragedi penculikan para jenderal TNI AD 56 tahun silam

Tribun Jateng/ Zainal Arifin
Perwakilan berbagai organisasi nobar film G30S PKI yang diselenggarakan DPD Hipakad Jawa Tengah di sekretariat PPAD, Jalan HOS Cokroaminoto, Semarang, Kamis (30/9/2021). 

Oleh: Indah Kusnowati,SPd

Guru PPKn SMAN 15 Semarang

SETIAP akhir September ingatan bangsa kita langsung tertuju kepada tragedi penculikan para jenderal TNI AD 56 tahun silam yang lebih dikenal dengan Gerakan 30 September/PKI 1965. Peristiwa ini sangat membekas hingga saat ini, karena telah memberikan luka yang mendalam tidak saja bagi keluarga korban G30S/PKI, melainkan juga bagi seluruh anak bangsa.

Tidak bisa dimungkiri peristiwa kelam yang terjadi 56 tahun silam bagi perjalanan Bangsa Indonesia sulit untuk dilupakan. Berbeda dengan peristiwa, pemberontakan-pemberontakan yang ada. Percobaan kudeta lewat G30S/PKI meninggalkan luka yang mendalam.

Setiap negara pasti memiliki ideologinya masing-masing. Dalam kehidupan bernegara, ideologi diartikan sebagai suatu konsensus mayoritas tentang nilai-nilai dasar yang ingin diujudkan dengan mendirikan negara, yang dalam hal ini disebut juga sebagai Philoofische Grondslag atau Weltanschauung yang merupakan pikiran-pikiran terdalam, hasrat terdalam warga negaranya, untuk di atasnya didirikan suatu negara. (Suryatni, 2014: 35).

Dan menurut Kassab (2016:2), ideologi bagi sebuah negara sangatlah penting, hal ini disebabkan bahwa ideologi yang dianut diyakini akan membawa negara bangsa kearah kemakmuran dan keadilan.

Belum mati

Menurut ahli sejarah Anhar Gonggong, (Metrotvnews.com di Jakarta, Rabu 20 September 2017), mengatakan di dunia ini tidak ada ideologi yang benar-benar mati, termasuk ideologi komunisme di Indonesia. Namun, perihal bangkit atau tidaknya kekuasaan paham tersebut bergantung ruang yang diberikan masyarakat.

"Kalau diberi ruang mereka bisa kembali, kalau masyarakat tegas mengatakan kami tidak mau komunisme, ya tidak. Jadi, ruangnya dibuka nggak oleh masyarakat?"
Sebagai ideologi negara, Pancasila tentu perlu dilestarikan dalam aplikasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila haruslah dimaknai sebagai perekat masyarakat Indonesia yang beragam jenis suku, ras dan agama. Pancasila juga terbukti menjadi ideologi yang menegakkan NKRI.

Berkat Pancasila-lah kita semua dapat bersatu dalam bingkai Negara Republik Indonesia. Bahkan para pemimpin agama sudah sepakat bahwa Pancasila adalah dasar menjadi permusyawaratan dalam berbangsa dan bernegara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved