Breaking News:

Berita Karanganyar

Turun Jadi Level 2, Pemkab Karanganyar Pertimbangkan Kelonggaran Aktivitas Masyarakat

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan menerapkan sejumlah kelonggaran kegiatan masyarakat

Penulis: Agus Iswadi | Editor: Catur waskito Edy
agus iswadi
Bupati Karanganyar, Juliyatmono.  

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar akan menerapkan sejumlah kelonggaran kegiatan masyarakat menyusul turunnya level zona penyebaran Covid-19 yang semula level 3 menjadi level 2. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribunjateng.com, pemerintah pusat resmi memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat mulai 5 hingga 18 Oktober 2021. Kabupaten Karanganyar termasuk dalam level 2 PPKM beserta kabupaten/kota di wilayah Solo Raya. 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyampaikan, capaian vaksinasi di Kabupaten Karanganyar saat ini sudah mencapai 70,09 persen hingga Selasa (5/10/2021) siang dan kemungkinan akan bertambah lantaran vaksinasi di beberapa lokasi masih terus dilakukan pada hari ini.

Kaitannya dengan turunnya level zona penyebaran Covid-19, Yuli sapaan akrabnya akan mempertimbangkan adanya perluasan PTM terbatas dan konsep penyelenggaraan hajatan. 

"Mengoptimalkan PTM karena menyangkut kepentingan pendidikan dan segera mengusir kejenuhan dari anak-anak yang lelah (pembelajaran daring) di rumah," katanya kepada Tribunjateng.com saat berbincang di Kantor DPRD Karanganyar, Selasa (5/10/2021). 

Kendati demikian, pihaknya akan melihat kesiapan Satgas Covid-19 di masing-masing sekolahan terlebih dahulu sebelum memperluas penyelenggaraan PTM terbatas. Dia menuturkan, hasil evaluasi masih ada PKL yang menjajakan dagangannya di sekitar sekolahan. 

"Saya masih menjumpai beberapa pintu masuk (sekolahan) kanan, kiri penjual jajanan. Sementara ini belum boleh dulu," ucapnya. 

Sementara itu terkait penyelenggaraan hajatan, Pemkab Karanganyar akan mempertimbangkan menggunakan konsep piring terbang.

Sebelumnya Pemkab telah mengizinkan masyarakat menggelar hajatan menggunakan konsep banyu mili dengan jumlah tamu terbatas, hiburan terbatas dan tidak menyuguhkan makanan di lokasi hajatan. 

"Selama ini kan banyu mili kalau konsep kita. Dengan level dua ini bisa kita pertimbangkan piring terbang," terang Yuli. 

Dia mencontohkan, konsep hajatan dapat dikolaborasikan dengan konsep yang telah dilakukan masyarakat selama adanya pembatasan kegiatan masyarakat. Misal, tempat duduk tamu diatur jaraknya, menerapkan protokol kesehatan dan jumlah tamu 50 persen dari kapasitas gedung. 

"Hanya disajikan minuman tapi makanan disiapkan goodie bag. Kalau bisa seperti itu nyaman. Bermanfaat dari segi nilai, artinya kalau disajikan (makanan) di tempat, saya melihat kebanyakan yang dinikmati hanya separuh. Mubazir, kalau pakai goodie bag lebih efisien dan bermanfaat," ungkapnya. 

Saat ditanya terkait, waktu penyelenggaraan hajatan, Bupati Karanganyar tetap mempertahankan supaya hajatan digelar siang hari.(Ais).

Baca juga: Persibat Batang Akan Lakukan Tour Uji Coba Dengan Tim Liga 3 2021

Baca juga: NIK Belum Aktif, Banyak Warga di Kudus yang Gagal Divaksin

Baca juga: Solo Turun Level PPKM, Polresta Solo Tetap Sosialisasi Protokol Kesehatan

Baca juga: Peruntungan Shio Besok Rabu 6 Oktober 2021

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved