Breaking News:

Berita Batang

BPJamsostek Batang Cairkan Santunan Kematian Sebesar Rp 2,1 Miliar

BPJamsostek Kabupaten Batang telah mencairkan 2,1 miliar santunan kematian untuk ketua RT dalam periode waktu 2019 hingga 5 Oktober 2021.

Penulis: dina indriani | Editor: moh anhar
Dokumentasi Diskominfo Batang
Kepala BPJamsostek Cabang Batang Bambang Indriyanto bersama Bupati Batang Wihaji saat penyerahan santunan kematian beserta bukti kepesertaan bagi pengurus Rukun Tetangga (RT) digelar di Aula Desa Sangubanyu, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Selasa (5/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Sosialisasi manfaat program dan penyerahan santunan kematian beserta bukti kepesertaan bagi pengurus Rukun Tetangga (RT) digelar di Aula Desa Sangubanyu, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Selasa (5/10/2021).

Kepala BPJamsostek Cabang Batang Bambang Indriyanto mengatakan jumlah tersebut diberikan kepada 51 orang yang ikut kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sehingga tercover dalam santunan kematian.

Baca juga: Puslitbang Polri ‎Gelar Penelitian Pembangunan Kesehatan di Polres Kudus

Baca juga: Pekan Pertama Pembelajaran Tatap Muka SD di Tegal, Perhatian Fokus pada Psikososial Anak

Baca juga: Striker PSIS Bruno Silva Beri Resep agar Timnya Tetap Konsisten di Papan Atas Klasemen

"Tahun 2019 ada 5 RT yang meninggal, per peserta dapat Rp 24 juta sementara tahun 2020 ada 10 RT, per peserta memperoleh Rp 42 juta, dengan rincian pada tahun 2019 sebesar Rp120 juta, sedangkan tahun 2020 sebesar Rp42 juta, dan untuk tahun 2021 melonjak drastis sebesar Rp1,6 milyar,” jelasnya.

Dijelaskannya, program tersebut merupakan Jaminan kematian (JKm) dengan meninggal karena apapun termasuk Covid-19 tetap ditangani pihak BPJamsostek. 

Ada satu lagi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) jika meninggal dikarenakan aktivitas kerja santunannya diberikan 48 kali gaji yang dilaporkan di BPJamsostek Kabupaten Batang, kalau dihitung pas mendapatkan Rp100 juta. 

“Per hari ini sudah ada yang terdaftar 194 desa dengan total 3.280 orang RT, pada BPJamsostek Kabupaten Batang tidak melihat masa kepesertaan, jadi begitu sudah didaftarkan dan dibayarkan langsung mulai perlindungan,” ujarnya.

Dia menambahkan proses pencairannya dilakukan selama lima hari kerja setelah berkas dokumen yang diperlukan sudah semua seperti akte kematian, surat penunjukkan ahli waris, dan kartu keluarga lengkap wajib kita bayarkan.

Sementara itu, Bupati Batang Wihaji mengatakan Perkumpulan Pengurus Rukun Tetangga (PPRT) melalui paguyubannya sepakat dengan BPJamsostek Kabupaten Batang sebagai salah satu syarat masuk menjadi pesertanya.

Pemerintah daerah juga mencarikan jalan Keluar dengan adanya Peraturan Bupati baru yang bunyinya insentif, tentu secara perundang-undangan dan masukan BPK sehingga ditindaklanjuti.

Baca juga: Imbang dari Persis Solo, Persijap Jepara Main Sesuai Arahan Pelatih Jaya Hartono 

Baca juga: Blak-blakan Polisi Soal Bukti dan Petunjuk dalam Kasus Pembunuhan di Subang, 23 Saksi Diperikasa

Baca juga: Pekan Pertama Pembelajaran Tatap Muka SD di Tegal, Perhatian Fokus pada Psikososial Anak

“Manfaatnya adalah jika nanti ada yang meninggal bisa dibantu seperti bantuan dana dan ada juga anak yang disekolahkan sampai tamat, melalui iuran BPJamsostek Kabupaten Batang dengan membayar Rp12 ribu per orang,” ujarnya.

Dia berharap, program ini bermanfaat bagi PPRT dengan bekerjasama BPJamsostek Kabupaten Batang.

"Jika ada PPRT yang minat silahkan saja. Terpenting tidak ada yang memaksa," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved