Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jepara

Bupati Jepara Berharap Tokoh Agama Bersinergi, Jaga Keberagaman dan Kerukunan

Kabupaten Jepara termasuk daerah yang dihuni penduduk yang heterogen. Bermacam-macam suku dan agama ada di Kota Ukir ini.

Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/MUHAMMAD YUNAN SETIAWAN
Bupati Jepara Dian Kristiandi (tengah) saat menghadiri dialog bertema Kerukunan Beragama dan Moderasi Bergama di Aula Kemenag Jepara, Kamis (7/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Kabupaten Jepara termasuk daerah yang dihuni penduduk yang heterogen.

Bermacam-macam suku dan agama ada di Kota Ukir ini.

Keragaman itu tidak lain adalah anugerah dari Yang Maha Kuasa.

Bupati Jepara Dian Kristiandi mengatakan, keberagaman itu bisa jadi modal untuk meneguhkan persatuan.

Baca juga: DPRD Jateng Minta Pemprov Genjot Vaksinasi di 12 Daerah yang Naik Level PPKM

Baca juga: Kunci Jawaban Tema 3 Kelas 5 SD Halaman 73 74 75 Subtema 2 Pembelajaran 5 Manfaat Olahraga

Baca juga: Ternyata Cuma Modus, Begitu Sudah Mendapatkan Cinta Arumi Bachsin, Karir Musik Emil Dardak Selesai

Untuk itu melalui berbagai upaya, kata dia, Pemerintah Kabupaten Jepara terus memelihara kerukunan beragama.

Pria yang akrab disapa Andi itu menyebut sampai saat ini pihaknya intensif melakukan kegiatan dialog interaktif, musala bergerak, safari Jumat dan safari kebangsaan di sekolah.

Selain itu juga pihaknya juga rutin berdialog dengan FKUB.

Menurut Andi, dalam menjaga kerukunan ini pemerintah menggandeng tokoh agama agar terjalin kesepahaman menjaga keberagaman.

"Tokoh agama bersinergi bersama segenap elemen masyarakat dalam membangun nilai toleransi dan keberagaman," kata Andi saat menghadiri dialog bertema Kerukunan Beragama dan Moderasi Bergama di Aula Kemenag Jepara, Kamis (7/10/2021).

Lebih lanjut, dia menerangkan keberagaman ini tidak dipungkiri juga bisa menjadi potensi konflik. Tetapi melalui pemahaman yang benar tentang keberagaman potensi konflik bisa diredam.

Dia juga meminta masyarakat l harus cerdas dan tidak terkecoh informasi yang gampang menyulut permusuhan. Hal itu bisa merusakan kedamaian di Jepara.

Pada era globalisasi ini, lanjut Andi, nilai luhur kebangsaan bisa semakin luntur. Faktor pengguna teknologi tanpa diimbangi kecerdasan bisa memperburuk dampak tersebut. Masyarakat jadi kurang memerhatikan kebangsaan.

"Jangan sampai nilai kebangsaan dan nasionalisme luntur," imbuhnya.

Baca juga: Selama Pandemi Covid-19, 686 Anak di Banyumas Kehilangan Orangtuanya

Baca juga: Pengalaman Nadiem Makarim Menginap di Rumah Sukardi Seorang Guru Honorer, Puji Semangat Pak Guru

Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia Vs Taiwan Kualifikasi Piala Asia, Pratama Arhan On Fire!

Menurutnya, pihaknya sudah melakukan upaya agar masyarakat bisa memiliki kesadaran kebangsaan dan nasionalisme.

"Menanamkan keberagaman mulai dari keluarga dan anak-anak sehingga ketika mereka telah dewasa memiliki benteng akal yang bisa menjadi filter informasi dan narasi yang berkembang," tandasnya. (*)

Kepsen: Bupati Jepara Dian Kristiandi (tengah) saat menghadiri dialog bertema Kerukunan Beragama dan Moderasi Bergama di Aula Kemenag Jepara, Kamis (7/10/2021).(TRIBUNJATENG/YUNANSETIAWAN).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved