Berita Kriminal
Penggerebekan Kampung Narkoba di Surabaya, Pengedar Punya Sistem Alarm, 2 TO Tak Tertangkap
450 personil diturunkan dalam penggerebekan kampung narkoba di Jalan Kunti yang berada di Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, Surabaya.
Dalam razia tersebut, polisi juga berhasil mengamankan seorang buron pencuri kendaraan bermotor (curanmor).
Tersangka berinisial S, warga setempat.
Petugas juga melakukan penindakan terhadap orang yang sedari malam sampai pagi di jalan ini, atau orang yang mencurigakan diduga menggunakan narkoba, dengan tes urine.
Syamsul sengaja membawa ratusan personel karena daerah tersebut sangat padat penduduknya dan harus dilakukan dengan fokus yang tinggi karena sangat rawan.
"Karena memang disini padat penduduk, dan banyak kos kosan kecil-kecil, dan pendatang dari mana-mana, dan tempat ini merupakan daerah yang sangat rawan," ujar dia.
Syamsul mengaku sangat serius untuk terus menggempur kampung narkoba itu, dengan tujuan agar bisa menghapus stigma buruk pada daerah itu.
"Upaya petugas dalam menghilangkan stigma Jalan Kunti sarang narkoba. Pertama yang dia lakukan adalah dengan melakukan razia seperti ini, untuk menimbulkan efek deterensi," ucap dia.
Baca juga: Sinopsis A Good Man Bioskop Trans TV Pukul 00.00 WIB Steven Seagal Lawan Teroris
Baca juga: Sandiaga Uno Sebut Desa Wisata Dieng Kulon Miliki Masa Depan Cerah: Pemandangannya Mirip di Swiss
Baca juga: Satu Kata dari Hazard Buat Mbappe Semringah saat Belgia vs Perancis, Diberi Nomor 7 di Real Madrid?
Jika tetap ada dan tidak mengurangi, maka dia akan kembali lagi untuk melakukan razia dengan personel lebih banyak dari saat ini. Serta dirinya akan mendirikan posko kampung bersih narkoba untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada warga sekitar.
"Kalau nanti di sini masih ada. Ya kami lakukan operasi lagi besar-besaran di sini. Ke depan kemungkinan kami akan dirikan posko kampung bersih narkoba, kampung tangguh bersih narkoba," pungkas dia. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kampung Narkoba Surabaya, Digerebek 450 Petugas, Bocor karena Ada Alarm Bunyi sebagai Tanda"