Breaking News:

Berita Regional

Densus 88 Turun Tangan Selidiki Dugaan Pembaiatan 59 Anak oleh NII di Garut

Densus 88 Antiteror Polri juga ikut turun tangan untuk menyelidiki informasi lebih lanjut terkait kasus dugaan pembaiatan oleh kelompok NII.

TRIBUNNEWS/BIAN HARNANSA
Ilustrasi Densus 88 

Menurut Masduki, memahami secara mendalam justru butuh belajar di bagian-bagian detailnya. Termasuk memahami hubungan antara keagamaan dengan kenegaraan.

Dari kecenderungan berpikir anak muda tersebut, kelompok seperti NII masuk dan bermain di ranah praktisnya saja.

“Nah di situlah dia main di yang praktis, yang simpel, yang disukai anak muda,” jelas Masduki.

Senada dengan Masduki, pengamat terorisme Ridwan Habib menjelaskan bahwa anak-anak yang mudah terpapar paham radikalisme rata-rata memiliki masalah internal dalam dirinya.

“Rata-rata mereka mengalami problem internal, mungkin tidak harmonis dengan keluarganya, atau mahasiswa yang tinggal di perantauan,” ungkap Ridwan.

Untuk melawan paham-paham intoleransi dan radikalisme, Masduki mengusulkan untuk mengajari anak cara berpikir mendetail dan bukan hitam-putih saja, khususnya saat mendalami masalah keagamaan. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Puluhan Remaja di Garut Diduga Dibaiat NII, Densus 88 Turun Tangan

Baca juga: 59 Anak di Garut Diduga Dibaiat NII, Sebut NKRI Tagut dan Tak Mau Sekolah

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved