Breaking News:

Berita Kendal

Keikusertaan Vaksinasi Para Nelayan di Kabupaten Kendal Minim, Jadi Perhatian Khusus Pemerintah

Pemerintah Kabupaten Kendal bersama jajaran TNI dan Polri memberikan perhatian khusus kepada komunitas nelayan agar bisa segera divaksin Covid-19.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: moh anhar
TRIBUN JATENG/SAIFUL MA'SUM
Vaksinasi Covid-19 menyasar nelayan dan keluarganya di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kendal, Sabtu (9/10/2021). 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal bersama jajaran TNI dan Polri memberikan perhatian khusus kepada komunitas nelayan agar bisa segera divaksin Covid-19.

Karena capaian vaksinasi yang menyasar para nelayan Kendal masih di angka 30 persen.

Padahal, capaian vaksinasi masyarakat Kendal secara keseluruhan sudah mencapai 60 persen lebih.

Kapolres Kendal, AKBP Yuniar Ariefianto memerintahkan jajarannya untuk jemput bola vaksinasi di dermaga nelayan.

Vaksinasi bertajuk vaksin terapung diawali di dermaga Tawang, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari dengan menyasar seratusan nelayan dan keluarganya. 

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno Gelorakan Kembali Pariwisata Berbasis Sport Tourism di Jateng

Baca juga: Antusiasme Tinggi, Kelas Online Buddha Dharma Institut Dong Zen Indonesia Angkatan Kedua Sudah Mulai

Baca juga: HUT ke-12, TKSK Salurkan Donasi ke Sejumlah Fakir Miskin di Wilayah Kabupaten Tegal

Kata dia, upaya itu dilakukan untuk mendukung percepatan vaksinasi nelayan dengan target 6 ribuan nelayan di Kabupaten Kendal.

"Pertama kali ditarget seratusan nelayan dan keluarganya divaksin. Kalau jumlah nelayan ditambah keluarganya bisa mencapai 18 ribu orang dengan garis pantai yang panjang," terangnya, Minggu (10/10/2021).

AKBP Yuniar menjelaskan, minimnya capaian vaksinasi di kalangan nelayan karena waktu yang dimiliki nelayan sangatlah minim.

Sebagian besar waktunya dihabiskan di tengah laut untuk mencari ikan sejak malam hari hingga siang hari.

Sisa waktu yang ada dimanfaatkan untuk bersitirahat agar tenaganya kembali prima saat melaut.

Kata kapolres, kondisi itu menyebabkan para nelayan lebih memilih waktunya untuk bekerja dan istirahat, dari pada mendatangi gerai-gerai vaksinasi.

Karena itu pula, pihaknya mulai menggencarkan vaksinasi nelayan dengan cara mendatangi langsung dermaga saat kapal bersandar.

Waktu tersebut menjadi momen yang pas untuk menyuntikkan vaksin tanpa harus mencari sasaran.

Tak hanya nelayan yang kembali dari melaut, keluarganya pun juga hadir menyambut hasil tangkapan ikan. 

"Kami mulai gagas vaksinasi terapung untuk mengejar capaian vaksinasi. Nelayan menjadi salah satu komunitas masyarakat yang minim vaksinasi. Karena saat siang hari, mereka seharian melaut, pulang sebentar dan kembali melaut malam hari. Tak ada banyak waktu yang bisa dimanfaatkan nelayan untuk mendatangi gerai-gerai vaksinasi. Mau tidak mau harus dijemput bola di muara sungai langsung," tuturnya.

AKBP Yunar mendukung penuh Pemerintah Kabupaten Kendal dalam mengejar target 70 persen warga Kendal tervaksin segera mungkin.

Dengan itu, status level PPKM Kendal bisa diturunkan menjadi level 1 sehingga kegiatan masyarakat bisa kembali seperti semula. 

Seorang nelayan, Kosim mengakui, jika dirinya kesusahan membagi waktu untuk mencari vaksin.

Pikirannya fokus bagaimana mendapatkan ikan sebanyak mungkin meskipun harus seharian melaut.

Ia pun berterimakasih atas upaya petugas yang mendatangi langsung para nelayan agar bisa segera tervaksin.

"Kalau didatangi langsung di tempat kami bekerja, pasti akan banyak nelayan yang vaksin. Waktunya yang gak ada kalau harus datang ke puskesmas untuk vaksin," terangnya. 

Baca juga: Aplikasi Penghasil Uang Paid To Click.In, Klik Iklan Dapat Duit

Baca juga: 5 Drakor Paling Banyak Dicari September 2021, Squid Game hingga Hometown Cha Cha Cha

Baca juga: Chord Kunci Gitar Lagu Lagi dan Lagi Andra and The BackBone

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kendal, Budi Mulyono menjelaskan, target sasaran penduduk Kendal yang bisa divaksin mencapai 802.190 orang dari total jumlah penduduk 1.022.485 jiwa. 

Dari target penduduk yang bisa divaksin, 70 persennya atau 561.533 jiwa ditarget tervaksin pada Oktober ini. 

"Beberapa kecamatan angka vaksinasinya sudah melebihi 50 - 60 persen. Kami targetkan 70 persen penduduk bisa divaksin pada Oktober ini agar herdimmunity masyarakat segera terbentuk," tuturnya. b

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved